Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Sunday, December 17, 2017

Diary #104 - Wanita Sholihah


Wanita sholeh itu kuat dan menguatkan. Seringkali kita mendengar opini banyak orang bahwa wanita itu identik dengan lemah lembut, manja, halus dll. Subhanallah begitulah kuasa Allah menciptakan pria dan wanita. Semua opini tersebut tidaklah salah karena memang itulah kodrat seorang wanita.
Namun apabila kita lihat dari sisi Agama Islam, tidak sepenuhnya benar, semua ada tempatnya. Wanita yg sholehah adalah ia yg khusyu’, adalah dia yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan yakin bahwa kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka menghadaki lika liku dan gemerlap jalan duniawi ia akan berusaha menjadi pribadi yang kuat, kuat menjaga aqidahnya, menjaga akhlaknya dan amalnya.
Kenapa bahasannya wanita ? Karena saya baru terinspirasi sama ibuk saya ^^“// selebihnya karena wanita sholehah adalah sebaik baik perhiasan dunia. Ingin sharing aja sholehah yg seperti apa sih yang sebenarnya itu ?
Nah akan saya jawab dr pengalaman yg saya dapatkan selama bersama dengan Ibuk saya. Bagi saya beliau adalah sosok penyemangat saya yang kasat mata selalu hadir untuk saya. Jadi mulai dari kemarin beliau adalah yang menyiapkan segala sesuatu saat akan bersilaturahmi ke beberapa keluarga. Hingga selepas silaturahmi, beliau berbegas memasak untuk makan malam keluarga, setelah itu sekitar pukul 20.00 Ibuk langsung bergegas bersiap siap menuju Mabes, bermalam disana untuk mengikhromi tamu tamu pengajian Ahad Pagi dari berbagai daerah yang hadir malam itu ada yang dari Jombang, Pacitan dan Pontianak, Subhanallah…
Kebayang betapa kuatnya beliau, kuat untuk bisa menahan hawa nafsu, beliau memilih untuk berlelah lelah dalam lillah, menahan peluh dan keringat demi kebaikan keluarga, menahan dinginnya malam demi kebaikan ukhwah.
Disela sela beliau bertugas pun masih sempat menanyakan kabar Nurul dan Faqih sdh tidur belum, sdh berangkat ke Jogja belum, berangkat naik apa, begitu peduli dan perhatian disaat perhayian beliau juga harus fokus melayani umat.
Tidak hanya kuat, beliau juga menjadi sosok wanita sholehah yang juga menguatkan. Disaat saya hampir putus asa untuk kembali ke Solo mengingat waktu yg tidak memungkinkan untu mengejar jadwal kereta pramek, namun sesaat sebelum saya pulang dr kantor beliau menelpon bgaimana sdh persiapan pulang ? Lalu saya menjawab niatan saya untuk izin benar benar terpaksa, dan saya sdh berniat tetap di jogja utk sore nanti mengajar tahsin.
Beliau dengan lemah lembutnya mengingatkan dan menguatkan saya, "Am.. ini dhawuh Ustadz dr Pusat, jd ya bismillah semaksimalkan diusahakan. Tiket pramek selanjutnya jam berapa ? Skarang kamu segera ke stasiun beli, nanti matur Ustadz Wahyul izin terlambat, yg penting kita sdh maksimal.” Dengan taslim saya mengerti dan mengiyakan nasehat Ibuk. Beliau meyakinkan bahwa urusan pusat harus lebih diutamakan, krn insyaallah akan membawa kemaslahatan yg lebih besar utk umat.
Qodarullah, setelah semua saya niatkan dan usahakan, Allah memberi jalan kemudahan, saya mendapat tiket dan pertemuan oleh Ustadz Wahyul diundur. Alhamdulillahi ‘alaa kulli hal
Begitu cerminan wanita sholehah, yang kuat dan menguatkan. Beliau adalah madrasah saya yang senantiasa mendidik saya dan adik adik saya menjadi pribadi yang kaffah, memiliki sifat mujahadah, istiqomah dan nidhom dalam perjuangan.
Alhamdulillah.. ^^//
Wallahu 'alam bishowab
Pramek, 17 Desember 2017 - AM

Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Seluk Beluk Kolestrol


Bismillah...
Dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad Sallahu'alaihi wa Salam pernah bersabda :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2664); Ahmad (II/366, 370); Ibnu Mâjah (no. 79, 4168); an-Nasâ-i dalam Amalul Yaum wal Lailah (no. 626, 627); at-Thahawi dalam Syarh Musykilil Aatsâr (no. 259, 260, 262); Ibnu Abi Ashim dalam Kitab as-Sunnah (no. 356).
Dishahihkan oleh Syaikh al-Bani rahimahullah dalam Hidâyatur Ruwât ila Takhrîji Ahâdîtsil Mashâbîh wal Misykât (no. 5228).

Untuk mengusahakan tubuh kita agar selalu fit dan sehat maka tentunya perlu ilmu dalam dalam ikhtiar kita, salah satu pengetahuan yang wajib kita ketahui adalah tenang kolestrol . 

Lalu apa itu kolestrol dan bagaimana cara mengetahui kolestrol kita normal atau tidak ?
nah, teman teman dapat menyimak diskusi diatas.

Semoga bermanfaat ^^//

Hikmah #24 - Menjemput Rizqi Barokah


Bismillah...
Jangan lupa bersyukur

Sesungguhnya apabila rizki itu diukur dari kerja keras,
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.

Jika rizki itu ditentukan dr waktu kerja,
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar,
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya.

Jika rizki itu karena jabatan,
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia.

Rizki itu karena kasih sayang Allah, yang harus kita usahakan itu mengejar rizki, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra pernah berpesan : "Meskipun lari rizqi kita tidak tetap akan mengikuti kita (mengejar kita). Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
Abdurrahman bin Auf selalu gagal jadi orang miskin. Masih ingatkan kita dengan kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira. Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap jatuh miskin! Masya Allah....

Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah. Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. Namun.. Masya Allah Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK ! Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Allahu Akbar.... Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal.

Benarlah firman Allah: "Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 ) Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk? Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, untuk lebih mengutamakan urusan akhirat, mengutamakan Allah dan RosulNya dibanding urusan dunia yang sementara ini

Kisah diatas sesuai dengan hadist Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.

Wallahu'alam bisshowab.
Pakem, 14 Desember 2017 - AM


    Daftar Isi Materi Lembar Belajar : ( link download klik pada judul ! )

    1. Belajar Bersama Gajah (Al Fiil)

    2. Do'a Sebelum Belajar

    3. Belajar Menulis Huruf Hijaiyyah

   4. Adab Mendengar Adzan

   5. Labirin - Mencari Al Qur'an yang Hilang

   6. Mengenal dan Menghias Masjid

   7. Belajar Menulis Basmallah

   8. Mengenal Masjid

   9. Belajar Waktu Sholat

   10. Sholat Berjama'ah

   11. Belajar Menulis

   12. Flash Card Huruf Hijaiyyah

   13. Buah Dalam Al Qur'an

   14. Menghafal dan Menulis Syahadat

   15. Do'a Hendak Tidur

   16. Do'a Bangun Tidur

   17. Mengenal Angka Arab

   18. Do'a Mohon Ampunan untuk Orang Tua

   19. Praktik Sholat


Semoga bermanfaat ^^//


Monday, December 11, 2017

TamanQu #19 - Praktik Sholat


Link Download Lembar Belajar : klik disini


TamanQu #18 - Do'a Mohon Ampunan untuk Orang Tua


Link Download Lembar Belajar : klik disini


TamanQu #17 - Angka Arab


Link Download Lembar Belajar : klik disini


TamanQu #16 - Do'a Bangun Tidur


Link Download Lembar Belajar : klik disini


TamanQu #15 - Do'a Hendak Tidur


Link Download Lembar Belajar : klik disini


TamanQu #14 - Syahadat


Link Download Lembar Belajar : klik disini

TamanQu #13 - Buah dalam Al Qur'an


Link Download Lembar Belajar : klik disini

TamanQu #12 - Flash Card Huruf Hijaiyyah


Link Download Lembar Belajar : klik disini

TamanQu #11 - Menulis


Link Download Lembar Belajar : klik disini



Ngaji #9 - Mempertahankan Iman


Oleh Ustadz Al Ahmad Sukino
31 Januari 2017, di Kajian Ahad Pagi

Sebagai seorang yang islam dan mengaku beriman, dalam menjalani hidup ini untuk mempertahankan keimanan kita, kita janganlah mudah terpengaruh dengan sikap kebanyakan orang, sikap keluarga, ayah, ibu, suami, istri, anak dan harta yang dimiliki. Seperti halnya yang telah Allah firmankan dalam :

1. Qs. At Taubah ayat 23 (Ayah atau Keluarga)

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

2. Qs. At Taghobun ayat 14 (Istri dan Anak)

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Qs. Al Munafiqun ayat 9 (Anak dan Harta)

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Semoga kita terjaga dari perbuatan tersebut, terhindar dari kelalaian terhadpa kehidupan akhirat, tetap istiqomah dalam kebaikan, dan mengutamakan ketaatan kepada Allah dan RosulNya. Insyallah barangsiapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya.

Wallahu a'lam bisshowab
Cangkringan, 12 Desember 2017



Sunday, December 10, 2017

Diary #103 - Pertemuan


Bismillah...

Subhanallah wal hamdulillah...
Setelah sekian waktu lamanya diri ini naik turun cangkringan - maguwo, dengan segala kegiatannya yang sampai sekarang tidak ada habisnya, Allah senantiasa membimbing untuk terus mengembangkan dakwah, menyampaikan kebaikan kepada siapa yang membutuhkan dan kepada mereka yang mau meskipun hanya tentang a, ba , ta ... Akhirnya, saat untuk pulangpun tiba, saat saat diri ini mengistirahatkan raga untuk sedikit mengumpulkan tenaga yang esok hari akan digunakan kembali untuk melangkah fiisabilillah.

Waktu itu menjadi hari yang istimewa bagi keluarga kami, karena saya dan adik saya yang nomor dua juga ikut pulang ke Solo, padahal kami tidak merencanakan sebelumnya, alhamdulillah Allah mempertemukan kami semua, lengkap ber enam, bapak Ibuk, saya, Iput, Faqih dan Nurul. Alhamdulillah ^^//

Terlepas dari niatan saya pulang yang akan membahas hajat saya di tahun depan isnyaallah, sejenak keseriusan itu terlupakan saat kami berempat kakak beradik bertemu dan bermain bersama dengan karakter masing masing yang khas. Ada satu kesamaan yang masih melekat pada diri kami berempat, mulai dari yang paling kecil Nurul hingga saya yang sudah tumbuh besar, ya diantara kami tidak ada yang tidak nurut, semuanya taat dan patuh sama Bapak Ibuk, hormat sama yang lebih tua. Yang saya salut adalah sama Nurul dan Faqih, tidak pernah mereka menggunakan barang milik kakak kakaknya tanpa seizin kakaknya. Selalu meminta izin, "mas boleh ya..." atau "mas, saya pinjam laptopnya ya..." dan lain sebagainya, dan ketika permintaan izin mereka tidak diizinkan mereka tidak berontak dan kemudian mencari kesibukan lainnya. subhanallah ^^// Bersyukur memiliki orang tua yang berhasil mendidik putra putrinya menjadi anak yang sholih. Semoga adik adik ku menjadi generasi da'i di bidangnya masing masing. Seorang peneliti yang berdakwah dengan hasil penelitiannya, menjadi seorang kepala dinas perikanan yang berdakwah dengan kebijakannya menolong nelayan, menjadi seorang arsitek yang berdakwah dengan karya rancang bangunannya, menjadi seorang ustadzah yang berdakwah dengan nasehat dan ilmu yang ia sampaikan. Bi idznillah... insyaallah..

Kembali ke topik utama, ya akhirnya...
Akhirnya ada saat saya membicarakan hal yang mungkin kita nantikan bersama. Entah, mungkin kamu juga sedang membicarakannya juga. Saat itu saya dan bapak ibu berdiskusi membahas kelanjutan semua pertemuan yang telah bapak ibuk lakukan. Hasil pertemuan orang tua kita membahas hubungan kita, sampai pada akhirnya muncul pertanyaan, kapan pertemuan kita berdua yang sesungguhnya akan dilaksanakan ?

Benar benar pertanyaan yang membuatku merinding malu bercampur bahagia. Adalah aku bisa membaca begitu yakinnya orang tua kita menjodohkan kita berdua. Awalnya yang ibuk ku mendatangi Ibukmu lalu menyampaikan niatan untuk menjalin ta'aruf langsung disambut dengan senang hati, seakan ada kontak hati yang langsung faham apa maksud dari pesan itu, berlanjut Bapakmu yang langsung menghubungi Bapakku menyampaikan kalau mohon maaf untuk bersabar menunggu. Sebuah jawaban yang menenangkan, bukan sebuah penolakan dan bukan sebuah kepastian, namun nasehat untuk bersabar menjemput bahagia. Sampai saat ini seakan hanya yakin yang melandasi semua pertemuan yang terjalin. benar benar keindahan islam yang terjalin dalam dekapan ukhwah islam di Majlis kita. Sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Sama halnya seperti keyakinan yang mempersatukan Bapak Ibukku saat itu, saat saat dimana Bapak mengirimkan foto ke Almarhum Al Ustadz dan disodorkan ke Ibuk saat itu lalu Ibuk menyampaikan biodatanya juga. Tanpa ada pertemuan perkenanlan setelahnya, dan langsung berujung akad nikah. Subnallah...

Namun sejujurnya, diantara keyakinan kita yang tidak diragukan lagi kebaikanya, dan sebelum hari H itu diputuskan, ingin rasanya silaturahmi itu bisa terjalin sebelumnya. Bukanlah hal yang sulit disaat sekarang ini dengan segala kemudahannya kita menjalin sebuah silaturahmi. Memang sedikit banyak aku sudah mengenalmu, pun demikian juga dirimu, namun mungkin itu cerita kita dulu. Bisa jadi sekarang saat kamu telah menyelesaikan studimu dan saat aku sudah bekerja cerita itu akan berbeda, terlebih pandangan kita tentang berkeluarga, juga tentang siapa keluarga kita. Ingin rasanya silaturahmi dan ta'aruf itu dijalin dengan baik, sampai sekarang pun aku belum menerima biodata langsung dari mu, Alhamdulillah waktu beberapa saat setelah namamu diridhoi orang tuaku Allah membimbing bagaimana rasa itu terus tumbuh dengan baik, perlahan lahan wajah sholihahmu pun terbuka dengan cerita semesta rasamu yang sedikit banyak membuatku tertunduk syukur atas segala nikmatNya mempertemukanku dengan mu.

Dengan penuh kerendahan hati keinginanku tersebut kusampaikan ke Bapak Ibuk, dan bapak Ibukpun memahami apa yang ku maksud, dan aku pun menyampaikan bahwa keinginanku itu bisa kita lakukan tentunya atas izin keluargamu, maukah menerimanya... tidak ada yang dipaksakan dalam jalinan silaturahmi kita. Tetaplah ridho orang tua menjadi pijakan pertama aku dalam melangkah, karna itulah pintu ridho Allah kepada kita. Maka insyaallah mungkin hari rabu atau jumat, Ibuk atau Bapak akan menemui orang tuamu untuk menyampaikan niatan untuk bersilaturahmi ke Gemolong, berkunjung ke rumahmu, melepas rindu dan bernostalgia orang tua kita serta sedikit banyak bertaaruf lebih dekat.

Semoga sedikit cerita ini bisa mengurangi debar hati ini menanti hari itu, sejujurny aku malu seribu malu. Namun apapun perasaan itu, apabila itu baik maka segala kekhawatiran haruslah dilawan. Bismillah, melangkah mengharap ridhoNya.

Bersamamu.

Cangkringan, 11 Desember 2017 - AM


Ngaji #8 - Menolong Agama Allah


Oleh Ustadz Sigit Wahyudi
24 Januari 2010
Kajian Gelombang Ahad Sore, MTA Cabang Pasar Kliwon

Kita sebagai seorang muslim yang beriman memiliki kewajiban untuk menjadi penolong Allah. Allah berfirman dalam Qs. As Shoff ayat 14 : 

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Jangan sampai kita menjadi hamba Allah yang menghianati agama kita sendiri. Allah berfirman dalam Qs. Al Anfal ayat 27 :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Maka segala sesuatu yang kita peroleh dari mengaji semaksimal mungkin kita amalkan dalam kehidupan sehari hari. Jangan sampai kita menjadi orang yang munafik yaitu orang yang terpedaya oleh harta, dan segala isi dunia sehingga meninggalkan urusan akhirat yaitu mengkaji Al Qur'an dan As Sunnah.

Karna sesungguhnya harta dan segala pernak pernik dunia adalah cobaan. Apabila kita salah menggunakannya maka murka Allah akan menimpa kita, namun apabila kita gunakan untuk menolong agama Allah maka sungguh akan membawa kita sampai ke surgaNya.

Orang yang paling buruk dari pandangan Allah adalah mereka yang tidak menperhatikan urusan akhiratnya, tidak mempersiapkan bekal untuk kehidupan kelak di akhirat. Sunguh mereka seakan tuli, bisu dan buta terhadap ayat ayat Allah baik yang tertulis dalam Al Qur'an maupun yang terlihat kasat mata di sekitarnya.

Didalam Al Qur'an Allah berfirman pada dua ayat yang lafadznya hampir sama, namun memiliki arti yang berbeda namun subtansinya sama atau maknanya sama yaitu dalam Qs. Al Anfal :

Ayat 22 :

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.

Ayat 55 :

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

Maka bisa disimpulkan bahwa makhluk yang paling buruk disisi Allah adalah orang orang kafir, atau orang orang yang kufur, menolak, menentang Allah, tidak beriman kepada Allah dan Rosulnya. Mereka bisa kufur adalah karena Allah telah menutup mata hatinya, penglihatannya, pendengarannya, dari ayat Allah.

Allah telah berfirman dalam Qs. Al Baqarah ayat 6 & 7 :

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Dengan kita mensyukuri nikmat islam, iman, dan ngaji ini haruslah terwujud atau nampak dalam usaha kita menolong Allah, memperjuangkan jalan Allah, mendakwahkan islam kepada sesama kita, sehingga terwujud bahwa islam tidak lagi akan tinggal namanya, namun islam menjadi inti dari semangat dalam hidup bermasyarakat, menjadi rahmatan lil 'aalamiin.

Dengan kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita, seperti yang Allah firmankan dalam Qs. Muhammad ayat 7 :

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Insyaallah dengan usaha kita untuk terus meningkat menjadi hamba Allah yang ingat dan taat, selalu menolong agamanya, menyampaikan syiar islam melalui akhlak kita, nasehat kita, ibadah kita, sungguh Allah telah menyiapkan balasannya, yaitu dalam Qs. Al Anfal ayat 29 Allah berfirman :

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Wallahu 'alam bisshowab.
Cangkringan, 11 Desember 2017 - AM

Daftar Isi Catatan Ngaji

Update :

1. Mempertahankan Iman

2. Menolong Agama Allah

3. Muttaqin


Arsip :

1. Mengenal Apa itu Ihsan

2. Hukum Ngalap Berkah dari Pohon

3. Semangat Berinfaq di Jalan Allah 

4. Hidup Mulia dengan Agama

5. Berbakti kepada Orang Tua

6. Hak dan Kewajiban Suami Istri



Semoga bermanfaat ^^//

Ngaji #7 - Muttaqin


oleh Ustadz Sigit Wahyudi
Ahad, 4 April 2010
Kajian Gelombang Ahad Sore, MTA Cabang Pasar Kliwon

Bismillah

Modal waktu yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, yang mana kita bebas menggunakannya, marilah kita gunakan untuk meningkatkan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Jangan sampai wakti ini meskipun sebentar kita gunakan untuk mencoba hidup bebas, semaunya sendiri, mengikuti nafsu kita. Karena sungguh bisikan nafsu itu selalu membawa pada keburukan, kecuali nafsu yang Allah beri rahmat. Maka jangan sampai kita mencoba coba melanggar, karena segala sesuatu itu akan terus tumbuh dan berkembang sedikit demi sedikit, sehingga apabila selalu diperturutkan akan menjadi kebiasaan.

Berbeda apabila modal waktu ini kita gunakan untuk ketaatan kepada Allah. Maka harusnya bagaimana kita selalu berusaha untuk mengekang nafsu kita. Insyallah usaha kita dalam menjaga nafsu ini untuk bebas Allah balas dengan pahala yang besar yaitu surga.

Allah berfirman dalam Qs. Al Imran ayat 15 :

Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Diayat lain Allah juga berfirman dalam Qs. Zakariya ayat 15 :

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air.

Harus selalu kita ingat : 

Dunia ini ibarat setetes air dari luasnya air lautan, bahkan nikmat Allah di dunia ini apabila diibaratkan nilainya sebesar sayap lalat saja maka Allah tidak akan memberikan minum meskipun seteguk air kepada orang kafir.

Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Maka kehidupan sekali ini, waktu yang terbatas ini yang sunguh tidak dapat kita memutar kembali setiap detiknya, kita gunakan semaksimal mungkin untuk beribadah kepada Allah, dengan menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, mengamalkan ilmu tersebut, beramal sholeh dan mendakwahkannya, menyampaikan kebaikan dan kebenaran kepada orang lain. Dan tentunya semua hal tersebut kita lakukan dengan sungguh sungguh tidak dengan setengah setengah.

Pemahaman kita dalam menuntut ilmu, dalam beragama hendaknya senantiasa kita tunjukkan dalam hidup bermasyarakat, melalui akhlak kita. Isyhaduu bi anna muslimun, sehingga dengan begitu kita akan mendapat predikat Muttaqin di sisi Allah. Siapapun kita, dari mana asal kita, pekerjaanya apa, Allah tidak memandang status kita di dunia, yang Allah lihat adalah hati kita, iman kita, amal kita. Meskipun ada hamba Allah yang pekerjaannya pemungut sampah, namun ia beriman dan taat pada perintah Allah maka ia adalah pemungut sampah yang Muttaqin, surga balasannya. Namun sebaliknya meskipun ia adalah seorang konglomerat, kaya raya, didunia dimuliakan keberadaannya, namun uang yang ia dapat adalah dari tindakan yang haram, akhlak yang ditunjukkan adalah kemaksiatan, maka neraka tempat dia.

Salah satu tanda seseorang di golongkan menjadi seorang yang Muttaqin adalah Muroqobah, yaitu perasaan selalu diawasi oleh Allah sehingga ia selalu berhati hati dalam segala hal karena ia yakin akan ada kehidupan lagi yang kekal selamanya setelah hidup di dunia.

Dengan perasaan muroqobah tersebut maka ia akan senantiasa berusaha menjadi muslim yang kaffah. Menjadi muslim yang maksimal dalam mengamalkan islam, tidak ragu dan tidak pilih pilih. dan tentunya harus kita fahami juga bahwa kita hidup di dunia ini Allah juga memberikan kita amanah menjadi seorang khalifah yang nantinya akan bertanggung jawab pada apa yang kita miliki di dunia ini, kelak semua yang ada pada diri kita, melekat pada diri kita, serta apa saja yang kita miliki nantinya akan dimintai pertanggungan jawab dihadapan Allah.

Tentunya bagi hambaNya yang mencintaiNya dan Rosul maka ia tidak akan berat hati menyambut seruan Allah, perintah Allah. Untuk mendapatkan keutamaan keutamaan dalam beribadah maka ia akan bersemangat untuk fastabiqul khoirot. Selalu berusaha meningkat, tidak hanya sibuk menambah amal sholih namun juga berusaha memperbaiki amal sholihnya.

Salah satu ciri orang yang mencintai Allah dan Rosul telah Allah firmankan dalam Qs. Al Imran ayat 17 : (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Sedangkan ciri ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Sedikit tidur pada malam hari. (Qs. Ad Dzariat ayat 17)

    Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

2. Pada akhir malam bangun mohon ampun kepada Allah (Qs. Ad Dzariat ayat 18)

     Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

3. Harta bendanya diinfaqkan kepada kaum miskin (Qs. Ad Dzariat ayat 19)

    Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang
    tidak mendapat bagian.


Sehubungan dengan point ke tiga, salah satu ciri orang bertaqwa tidak akan lalai dengan nikmat harta yang Allah berikan. Segala sesuatu yang ia miliki tidak melalaikan mereka terhadap kehidupan akhirat. Allah berfirman dalam Qs. Al Munafiqun ayat 9 :

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Diayat lain Allah juga berfirman :

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (Qs. Saba ayat 39)

Maka marilah nikmat hidup, iman, taqwa dan sehat ini kita gunakan sebaik baiknya, kita syukuri dengan menjadikannya modal untuk beramal sholih, mengumpulkan bekal menghadap Allah. Dan tentunya kita hendaklah selalu meluruskan niat benar benar tulus dan lurus hanya mengharap ridho Allah. 

Allah berfirman dalam Qs. As Syu'ara ayat 88 - 89 :

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,  kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Wallahu 'alam bisshowab.
Cangkringan, 10 Desember 2017 - AM

Sunday, December 3, 2017

Daftar Isi Muslim Diary

New Update : ( Klik Judul Diary ! )

1. Pertemuan
2. One Stop Dakwah
3. Keluarga Biasa

Arsip Tulisan : ( Klik Judul Diary ! )

1. Sahabat Dalam Karya
2. Pondokku Surgaku
3. Indahnya Semangat Baru
4. Kamarku Istanaku
5. Menanti Tulisanmu
6. Kalender Puasa Hijriah
7. Bahagia Dalam Dakwah
8. KarenaNya ku Temukan Cinta
9. Rumah
10. Makna Pencarian Dalam Menentukan Arah
11. Sepakat
12. Ganbatte !
13. Apa Kabar Rindu ?
14. Ketika Cinta Bertasbih
15. Asa, Cita dan Cinta
16. Dipersimpangan Jalan Dakwah
17. Harapku
18. Mata Cinta Sang Hamba
19. Semesta Rasa
20. Menetapi Jejak Langkah Dakwah
21. Bersabar Dalam Ikhtiar
22. Terimakasih Telah Menjaga Diri
23. Mari Menangkan !
24. Menjemput Bahagia
25. Es Buah
26. Senjaku
27. Surga Hidupku
28. Bersabarlah
29. TPA MTA Depok
30. Harapan
31. Nikmatnya Surga Dunia Bersama Keluarga
32. Melukis Hati Bersama Semesta Rasa
33. Dakwah Itu Ngaji, Ngamal dan Ngajar
34. Semesta Rasa
35. Cinta Laki-laki Biasa
36. Ngaji
37. Kamu...
38. Cukup Bagiku Allah dan Rosul
39. Mujahadah
40. Hamasah !
41. Mensyukuri Bukan Menyesali
42. Dinamis
43. Brosur Khutbah Sholat Idul Fitri 1438H
44. Diary Muttaqin
45. Khitbah
46. Semesta (r)asa
47. Kebaikan
48. Sabar
49. Arti Penting Sabar
50. Mimpi
51. Coming Soon : Ebook Move Up
52. Melangkah Lillah
53. Hidup, Cinta dan Bahagia
54. Nostalgia Presentasi Pendadaran
55. Bersamamu Semoga...
56. Kicau Burung dan lantunan Ayatul Qur'an
57. Mengagumimu dari Jauh
58. Akhirnya...
59. Kesejiwaan
60. Menjadi CEO (Chief Everythings Officer)
61. Senam taiso : Taichinya Bela Wing Chun
62. Belajar Si Lum Tao
63. Jalan Sehat MTA Jogja
64. Madrasah Diniyah
65. Meminangmu, Putri Bercahaya Lurus
66. Hari yang Indah, BersamaMu
67. Tahsinul Qur'an
68. Edisi Kangen Nurul
69. Bersamamu
70. Udara Keikhlasan
71. Membangun Generasi Qur'ani
72. Melangkah Bersama
73. Rancangan Madrasah Diniyah MTA
74. Coming Soon Madrasah Diniyah MTA
75. Kebaikan
76. Kenangan Akhir Perjuangan di Kampus Biru
77. Kurangi Online, Banyakin Dzikir
78. Ma'an Najah
79. Menanti Senja
80. Antara Ingin atau Siap Menikah
81. Masa, Cerita dan Makna
82. Siapa sih MTA itu ?
83. Berbenah
84. Rindu Untuk Bertemu
85. Bersabar Menjemput Bahagia
86. Lika Liku Dakwah
87. Lelah vs Lillah
88. Menikah
89. Serba Serbi Bersama Ummi
90. Gallery Aam
91. Bapak
92. Harap
93. Perjuangan
94. Ketika Cinta Bertasbih
95. Malu
96. Management Uang
97. Traveling to Bandung
98. Wisata Kuliner Kekinian Bandung
99. Yang Patah Tumbuh, Yang Sakit Sembuh
100. Fastabiqul Khoirot


Jangan lupa, awali setiap aktivitas dengan basmallah
dan akhiri dengan hamdallah ^^//

You are The One - Raef


Salah satu nasyid favorit saya
bagus banget liriknya
hanya saja dulu belum begitu menghayati
karna memang belum saatnya ^^"//

Alhamdulillah, saat saat itu akan tiba
sesekali membuka memori masa lalu saat awal mengagumimu
mengharapkanmu dan mendoakanmu
karena...

You are the one
\ ^^ /

- oOo -

Cara Download Video / MP3 dari Youtube :

1. Download Youtube Downloader, insyaallah mudah
yaitu dengan klik : disini

2. Setelah download, dan terinstal, lalu salin URL video yang ada di menu bar atas"

3. Tahap terakhir, paste URL video yang telah di copy atau disalin,
selanjutnya pilih format keluaran : video atau MP3
kemudian klik DOWNLOAD

Alhamdulillah video telah terdownload
Semoga Bermanfaat

Sambilegi, 22 November 2017 - AM