Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Friday, September 15, 2017

Masa, Cerita dan Makna, Terasa Indah karenaNya


Terbesit satu untaian kalimat, entah datangnya dari mana
yang jelas setelah membaca pengalaman berhargamu 
aku menjadi semakin yakin bahwa mereka yang mengabdikan dirinya
di jalan perjuangan dakwah, dalam hal ini lingkungan majlis
akan menemukan untaian hikmah disetiap cerita hidupnya

Begitulah Dakwah, ia akan senantiasa menumbuh suburkan cinta padaNya
kecintaan pada akan meminta segalanya dari yang kita punya
bukan dengan terpaksa namun dengan hati yang penuh rasa bahagia
bukan dengan siapa, mendapat apa, atau bagaimana namun cukup karenaNya
Tak bisa dipungiri mereka yang bersungguh sungguh di jalanNya 
maka tiada masa tanpa ada cerita, dan tiada cerita tanpa ada makna didalamnya

Lelah langkahnya dalam hidup berjama'ah, menyiapkan pengajian
mengikuti pengajian, mengantarkan ustadz mengisi pengajian, 
mengikhromi peserta pengajian, membersihkan tempat pengajian,
menjaga parkir kendaraan peserta pengajian, membantu menyiapkan materi brosur pengajian,
membantu masak untuk tamu pengajian dan banyak lagi lainya,
seperti halnya yang kamu sampaikan juga adalah beberapa contoh 
diantara banyak aktivitas dakwah ketika kita hidup dalam jama'ah 
yang disatukan oleh Allah dengan Al Qur'an di Majlis Tafsir Al Qur'an
Alhamdulillahi rabbil 'aalmiin

Kalau aku cerita sepertinya tak cukup sehari ku menyampaikannya padamu
banyak makna yang tersimpan di kotak cerita ku bersama keluarga
mulai saat aku masih sangat kecil dikala oleh ibuk diajak mengikuti kelompok khususi ibu ibu
hadir di ahad pagi dan lalu selalu berdiri berjajar menunggu Al Ustadz 
dengan senangnya menyambut tangan beliau dan menciumnya penuh kecintaan
sampai hari ini, semangat yang mengaji tumbuh subur menjadi pohon ilmu 
yang adanya dapat memberikan manfaat bagi sekitarnya

Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan yang lebih baik
dengan menyibukkanku di jalan dakwah pendidikan diniyah 
mulai dari pembinaan bapak bapak dan ibu ibu, pemuda, TPA hingga madrasah
setiap hari aku harus berfikir, strategi, materi dan metode apa yang akan aku sampaikan
kepada semua teman teman, adek adek yang senantiasa membersamaiku dalam Tholabul 'ilmi
tidak pernah aku berfikir menggurui warga ngaji, menjadi senior bagi teman teman atau yang lainnya
cukuplah kebersamaan kamilah yang menumbuh suburkan keimanan kami

Sejujurnya terasa ada yang kurang di setiap lembarn cerita akhir akhir ini
karena ada banyak hal yang bagiku berat untuk aku lalui sendiri
ketika membina warga belajar tahsinul qur'an setiap ahad sore
ketika membina pemuda dan remaja cabang setiap ahad pagi
ketika membuat materi TPA dan menyampaikannya setiap kajian gelombang
ketika menyusun pembelajaran di madrasah diniyah
dan masih banyak lainnya...

Perlu sosok seorang walijah muslimah yang tsiqoh dalam misi berdakwah
mampu menjadi contoh dan teladan bagi para jama'ah
tidak hanya bagi warga namun anak anak, remaja dan pemuda
khususnya bagi kaum muslimah dan anak anak
yang karenanya, perlu pendekatan yang berbeda dengan kaum ikhwan

Maka, bersyukur ketika Allah memantapkan pilihanku untuk tetap tinggal di Jogja
karna di jogja bagiku adalah medan jihad yan begitu luas dan subur untuk berdakwah
begitu banyak potensi yang belum termaksimalkan
masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk kemajuan syiar islam 

Jadi, saat saya dan bapak ibuk telah mantap mengizinku untuk bekerja dan menikah
maka diantara beberapa pilihan yang sudah masuk di bapak ibuk
bapak ibuk memilihkanku pada seseorang yang lebih dekat dan aktif berkegiatan di majlis
tidak jauh dari apa yang saat ini aku lakukan baik sejak di semanggi maupun sekarang ketika di jogja
alhamdulillah.. kamu, bukan saja pilihanku namun juga bapak ibukku
beliau berdua selalu menanyakan kabarmu, dan juga menenangkanku
karena bapak ibukmu sudah memberikan kabar juga kepada bapak ibukku
yang intinya bersabar untuk sementara waktu

Persis seperti yang pernah ku bilang
Cinta itu menjaga, terburu buru itu nafsu belaka

Bersamamu...

Cangkringan, 15/9/2017 - AM
Spesial aku buat sebelum pulang ke Solo
bersiap Silatnas MTA di Manahan 

Di rumah ibuk masih sibuk menyelesaikan jahit seragam panitia, semoga sdh selesai
Bapak membantu persiapan ikhrom di majlis, semoga lancar
Dan aku bakalan nyenengin faqih dan nurul sebelum silatnas, jalan jalan ke gramedia // ^,^

Semoga persipannya lancar, sampai bertemu di Silatnas
insyaallah hadir lebih awal...



Wednesday, September 13, 2017

Antara Ingin atau Siap untuk Menikah


Nikah adalah ujian, bagi siapa ? Bagi mereka yang mau menikah (bukan hanya bagi yang sudah menikah). Apa yang akan dilakukan oleh seseorang ketika akan ujian ? Serius Belajar !

Maka pahamilah dulum bahwa dari seantero definisi menikah, definisi pertama yang pertama yang harus kita ketahui adalah ujian. Ya... menikah adalah ujian

Melihat kembali motifnya apakah menikah itu keinginan ataukah kebutuhan ?. Jika ada seseorang menikah hanya karena alasan ingin, maka ia hanyalah seorang anak kecil yang ingin menikah. Namun jika menjadi butuh, maka ia akan menganggapnya sebagia hal yang teramat serius, layaknya ada ujian mendadak, mukanya akan berubah menjadi serius jika membicarakan nikah

Seseorang sudah dianggap butuh menikah bukanlah dilihat dari usianya. Ada tiga hal yang dapat menjadi parameter apakah seseorang itu sudah layak/pantas/butuh menikah. Ketiga hal tersebut adalah hubungan dengan orang tuanya (walinya). Seseorang yang sholih dan sholihah dimata orang tuanya, patuh, taat dan tawadhu’ maka ia memang sudah sepantasnya menikah, agar apa ? agar orang tunya ikhlas dan ridho serta tenang melepas putra putrinya membangun kehidupan yang baru bersama pasangan hidupnya. Terutama bagi seorang muslimah, kenapa ? karena ketika muslimah menikah maka baktinya dialihkan pada suaminya dan bukan lagi orang tuanya. Ketika orang tua sakit dan suami tidak menginzinkan menjenguk karena sesuatu hal maka bakti pada suami adalah yang harus didahulukan. Begitu juga bagi seorang ikhwan ia memiliki tanggung jawab kepada istri dan putra putrinya, bagaimana menjaganya agar selamat terhindar dari segala hal yang dapat menyeret ke dalam api neraka. Selain itu juga tanggung jawab untuk membina, mendidik dan mengarahkan keluarga untuk senantiasa ingat dan taat kepada Allah dan RosulNya. 

Kedewasaan keduanya antara suami dan istri sangatlah di perlukan dalam perjalanan hidup berkeluarga. Sejauh mana perilaku kesehariannya punya rasa ta’awun (mau menolong orang lain) yang tinggi. Sejauh mana ia peka, berempati, mudah dan cepat memahami orang lain. Bergaul dengan baik di lingkungan sekitarnya, tidak diwarnai ghil ghil (dengki) dalam hatinya. Karena modal menikah adalah tafahum (saling memahami) kemudian ta’awun.

Mengapa ?

Karena menikah adalah bentuk saling bantu membantu dalam kebaikan. Saling menguatkan untuk menjadi lebih baik. Membantu tetangga di sekitar rumah agar menjadi lebih baik. Membangun bi’ah sholihah (lingkungan yang baik) tidak hanya dirumah namun juga dimasyarakat.

Ketika ia sudah memahami seutuhnya bahwa menikah adalah ladang jihad baru, maka ia sudah siap menikah. Bukankah jihad itu medan yang sulit lagi berat, dan bukan jalan yang menyenangkan ? Maka jika ada yang membayangkan menikah adalah kesenangan itu pertanda bahwa ia belum siap menikah. Seseorang yang menganggap menikah adalah perjuangan maka niscaya ia akan berbahagia, insyaallah. Karena Allah dan Rosul menjadi menjadi motivasi utama.

Sesungguhnya jatuh cinta bukanlah menjadi syarat seseorang untuk siap menikah. Justru kesiapan menikah bukanlah dilandasi oleh adanya cinta diawalnya (apalagi kalau sampai pacaran dulu). Mereka mensyaratkan cinta untuk menikah, maka kesiapannya tak lebih dari sebuah keinginan yang subjektif. Benarkah keinginan itu subjektif ?

Contoh, bahwa keinginan itu bisa subjektif. Kita sudah makan nasi diwarung sore ini, malamnya kita disodori traktiran ayam bakar. Walaupun kita sudah kenyang, bukanlah seringkali kita tetap ingin ? Ya... itulah keinginan yang subjektif. Kebutuhan atau kesiapan menikah tidak disertai syarat harus calon tertentu, misalnya “saya akan menikah hanya dengan su fulan atau si fulanah”

Lalu bagaimana ketika adaa seseorang yang belum layak menikah, tapi sudah ingin menikah ? Keinginan tersebut harus dikelola untuk dilawan, belajarlah dulu untuk siap, hingga rasa ingin itu berubah menjadi sebuah kesiapan dan kelayakan. Kesiapan menikah muncul dari ilmu yang dimiliki. Ia sudah memiliki pengetahuan akan fiqih munakahat. Sejauh manakah ilmu tentang menikah ia sudah pelajari ? apa sajakah rukun dan syaratnya ? bagaimana tarbiyatul awlad ? apa hak dan kewajibannya ? semua tidak bisa kita pelajari dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Layaknya haji, tentunya harus paham syarat dan rukunnya, sebelum kita melaksanakan haji. Kita tidak mungkin bisa sholat tanpa kita tahu dahulu bagaimana gerakan dan bacaannya.


Ya begitulah menikah, perlu persiapan sebelum melangkah bersama. 
Jadi sudahkah kita siap menikah ? atau masih hanya ingin menikah ?

Cangkringan, 14/9/2017 - AM

Tuesday, September 12, 2017

Seputar SILATNAS MTA III - 17 September 2017


Denah Lokasi Pelaksanaan dan Kantong Parkir Kendaraan :





Semoga diberikan kelancaran disaat mempersiapkan hingga hari pelaksanaan
Barakallahu fiikum, sampai bertemu di Silatnas MTA III !!!

Sambilegi, 12/9/2017 - AM



Monday, September 11, 2017

Sepi Menanti ? Hadirkan Allah tuk Mengisi

Kamu sendiri ?...
hayoo... jangan sampai futur ya...
tetaplah istiqomah disaat sempit maupun longgar
manfaatkanlah waktu longgarmu sebelum waktu sempitmu tiba
bisa dengan mengaji, belajar, atau berkarya

Nah, buat kamu yang suka dengan murotal
kalau kamu sempat galau sibukkanlah dengan belajar
bisa dengan mendengarkan Al Qur'an sambil belajar Tahsinul Qur'an

kalau saya sih suka pakai banget hehe...
kalau kamu ?

Ini adalah murotal Juz 'Amma yang dibacakan oleh Ustadz Dzikron
beliau adalah pembuat metode MURI-Q

Yuk di simak dan di download
barakallahu fiikum ^,^


Daftar Link Download :

Qs. Al Fatihah : klik disini

Qs. An Naba : klik disini

Qs. An Nazi'at : klik disini

Qs. Abasa : klik disini

Qs. At Takwir : klik disini

Qs. Al Infithor : klik disini

Qs. Al Muthofifin : klik disini

Qs. Al Insyiqoq : klik disini

Qs. Al Buruj : klik disini

Qs. At Thoriq : klik disini

Qs. Al A'laa : klik disini

Qs. Al Ghosiyah : klik disini

Qs. Al Fajr : klik disini

Qs. Al Balad : klik disini

Qs. Asy Syam : klik disini

Qs. Al Lail : klik disini

Qs. Ad Dhuha : klik disini

Qs. Al Insyiroh : klik disini

Qs. At Tiin : klik disini

Qs. Al Alaq : klik disini

Qs. Al Qodr : klik disini

Qs. Al Bayyinah : klik disini

Qs. Al Zalzalah : klik disini

Qs. Al Adiyat : klik disini

Qs. Al Qori'ah : klik disini

Qs. At Takatsur : klik disini

Qs. Al 'Asr : klik disini

Qs. Al Humazah : klik disini

Qs. Al Fiil : klik disini

Qs. Al Quraisy : klik disini

Qs. Al Maun : klik disini

Qs. Al Kautsar : klik disini

Qs. Al Kafirun : klik disini

Qs. An Nashr : klik disini

Qs. Al Lahab : klik disini

Qs. Al Ikhlas : klik disini

Qs. Al Falaq : klik disini

Qs. An Nash : klik disini


Alhamdulillahi raabil 'alamiin....
Cangkringan, 11/9/2017 - AM

Sunday, September 10, 2017

Selamat Berjuang !!!


Para Komandan Satgas Majlis Tafsir Al Qur'an
Uhibukum fillah wa Barakallahu fiikum

^_^

Berjuang Diakhir Penantian, Ikhlas BersamaNya


Entahlah sudah berapa kali ku menahan rasa,
setiap kali nama itu muncul dibenak hati ini.
Sebuah nama yang menguatkanku untuk terus melangkah,
melangkah sabar di jalan dakwah berliku
sesabar ku menanti kehadirannya.
bersamaNya, karenaNya, kepadaNya

Video ini hanyalah kumpulan potongan cerita,
di setiap lembar kepingan rasaku,
mungkin juga sama denganmu.
mungkin...

Setidaknya yang sedikit ini bisa menghibur
mengingatkanku, membersamaiku dan menguatkanku
tentang arti indahnya keikhlasan dan kesabaran

Sungguh, di tengah perjalanan dakwah
begitu banyak perhiasan indah yang sesaat memuatku kagum
cukuplah karenaNya ku menjaga diri
menjaga hati, menjaga pandangan dan menjaga pergaulan
ku yakin, dengan ku mengikhlaskanmu
semakin tulus ku mendoakanmu
mengharap ridhoNya kita bisa bersama
sehidup sesurga.

Keep Fight !!!
Mari Menangkan ^_^

Sambilegi, 10/9/2017 - AM
(masih off, handphonenya rusak lagi -,-" #sabar)


Tuesday, August 29, 2017

Menanti Senja


Terkadang ada hikmah yang bisa kita dapatkan disetiap penantian
Banyak cerita dan rasa yang hadir disaat menanti
Menanti kehadirannya, seusai memenangkan laga
dan menyambunya dengan penuh bahagia

Seperti Senja...

Kenapa Senja selalu menyenangkan
Kadang dia hitam kelam
Kadang merah merekah
Tapi langit selalu menerima Senja apa adanya
KarenaNya...

Cukuplah ikhtiarku dalam sabar
dan rinduku dalam do'a 
menemaniku di penantian ini
entah kapan kita akan bertemu
yakinku dan yakinmu berkata segera

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula w ni'man nashir
Cukuplah Allah sandaran hidup kita, kita yang sama sama sedang berjuang
semoga langkah kita yang sama di jalanNya
mempertemukan kita untuk berjalan bersama 
semakin mendekat kepadaNya

Aamiin

Sambilegi, 30/8/2017 - AM


Thursday, August 24, 2017

Ma'an Najah


Selamat Berjuang
BersamaNya ku Sambut Bahagia
Mari Menangkan !

" Yassarallah lanal khaira haitsuma kunna "

Cangkringan, 24/8/2018 - AM

Wednesday, August 23, 2017

Monday, August 21, 2017

Muara

Adalah sebuah senandung yang syarat akan romantisme kerinduan
yang penuh dengan gambaran indah semesta rasa disetiap baitnya
untuk siapa saja yang menghiasi hatinya dengan kasih sayang
menjadikannya muara dari setiap rasa




Kau adalah puisi hati
Di kala rindu tak bertepi
Ku ingin kau ada saat ku membuka mata
Hinggaku menutupnya kembali

Kau sirnakan kabut kelabu
Di savana pencarianku
Bagai embun pagi kau
Lepaskan dahaga kemarau hati

Kaulah lukisan pagi yang ku kembar untuk senjaku
Kaulah selaksana bunga yang warnai musim semiku
Di kala hati ini
Gundah
Kau membuatnya menjadi cerah
Kaulah matahariku dan kaulah samudra
Tempat hatiku bermuara

Kau jawaban dari doaku
Yang akhiri penantianku
Bagai bintang jatuh
Kau hadirkan harapan di dalam
Hati

Kaulah deburan ombak yang pecahkan batu karangku
Kaulah gugusan bintang yang hiasi malam gelapku
Di kala hati hati ini
Gundah
Kau membuatnya menjadi cerah

Kaulah matahariku dan kaulah samudra
Tempat hatiku bermuara
Tempat hatiku bermuara

-oO Adera Oo-
Cagkringan, 18/8/2017 - AM

Kurangi Online Banyakin Dzikir


Astaghfirullah...
Astaghfirullah...
Astaghfirullah...

Alhamdulillah, pagi ini Allah menggerakkan hati ini untuk tegas menyikapi diri
sering kali diri ini terlalu mudah memaafkan kesalahan sendiri
mudah menyepelekan hal hal yang kecil
dampaknya hal yang besarpun serig kali tidak tertangani dengan serius
banyak hal yang mempengaruhi sikap kita
salah satunya adalah kebiasaan kita adalah terlalu asyik dengan gadget kita
percayalah hal itu akan semakin membuat kita lalai, cepat atau lambat
handphone adalah alat yang ada untuk memudahkan kegiatan kita dalam komunikasi
jangan sampat handphone memperalat kita dalam berkomunikasi
yang seharusnya jauh menjadi dekat tapi yang dekat menjadi jauh
yang harusnya Allah sudah begitu dekat dengan kita
namun menjadi jauh dari kita karena handphone

Mari introspeksi
jangan malu untuk berbenah
mengakui kesalahan adalah langkah awal dalam berhijrah
menyesali setiap kesalahan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi

Katakanlah: "Hai hamba-hamba'Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya,
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang (Qs. Az Zumar ayat 53)

Mari perbanyak berdzikir
tidak ada kebiasaan, aktivitas yang lebih mulia dari pada berdzikir
aktivitas yang senantiasa mengingatkan kita pada Allah Subhanahu wata'alaa
dalam beraktivitas pertimbangkanlah manfaat dan madhorotnya
jika banyak madhorotnya dan hati ini ragu, maka tinggalkanlah
jika banyak manfaat dan menjadikan hati ini tentram, maka bersegeralah melakukannnya


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (qs. Ar Ra'ad ayat 28)

Wallahu 'alam bisshowab

Saya mohon pamit dari akun IG kank_aam
semoga bisa fokus menebar manfaat di web muslimdiary.net ini
selebihnya mari fastabiqul khoirot dalam hal apapun
menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama
barakallahu fiikum

Cangkringan, 22/8/2017

Sunday, August 20, 2017

Kenangan Akhir Perjuangan di Kampus Biru


Fokus !!!
Skripsi menjadi prioritas nomer wahid, karena itu amanah orang tua
"faidzaa 'azamta fatawakkal 'alallah"



Alhamdulillah akhirnya setelah berjuang selama kurang lebih satu tahun penelitian
berdiskusi, konsultasi sampai adu argumen juga dengan dosen pembimbing
mengingat sulitnya menyatukan pemikiran dua pembimbing skripsi
dan akhirnya Allah memberikan pertolongan hingga
sidang pendadaran semua berlangsung lancar
kalau ditanya waktu, itu hanya 
masalah sabar, percayalah

๐Ÿ˜Š



Kalau ndak ada kalian ndak rame !! ๐Ÿ˜
itu mungkin yang bisa aku katakan ke kalian teman teman kuliah
meskipun seringnya aku jaga jarak sama kalian, bukan berarti aku menjauh dari kalian
aku hanya ingin berteman sama kalian dengan cara yang baik
bukan dengan omongan yang "ngasal", candaan yang jorok
atau bahkan sentuhan sentuhan yang begiku 
sangat menakutkan >,<

Tapi bagaimanapun juga, kuliah tanpa kalian ndak rame hehe...
dah itu aja.. trimakasih telah membuat kuliah kita
semakin berwarna ๐Ÿ˜‰


Nah kalau ini sama temen temen KKN
sama aja sukanya bully, bercanda, ngasal
tapi ya begitulah... namanya juga teman
perlahan tapi pasti tetap istiqomah didekati 
alhamdulillah masih ingat sholat
kudu dowo ususe kalo sama
mereka, sabaaar....


Kalau yang ini adalah saat setelah yudisium, pengumuman kelulusan atau nilai ujian
saat dimana bener bener deg degkan >,< sampai akhirnya air mata ini tak terbendung
setelah mendnegar nama disebutkan dan yang terdengar nama Abdul Malik
lulus dengan nilai skripsi A

Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar ๐Ÿ˜Š

Benar benar perjalanan yang luar biasa...
kuncinya memang bener banget, FOCUS

Dulu aku memang ndak bisa diam, "ngglenuk sinau", rajin ke kampus dll
pengennya itu mencoba ini dan itulah, lomba, bisnis, kegiatan, dll
semua dicoba dan inginnya mendapat hasil yang terbaik
dan bener seringnya dapat hasil tapi kuliahnya jadi 
sedikit tergangu, ya skripsi jadi sedikit molor

Bismillah, buat kamu yang akan menyelesaikan masa studi / kuliahnya
cobalah untuk lebih fokus, yakin pada diri sendiri, lebih serius mempersiapkan
kalau dulu mendekati ujian tiada hari tanpa di perpustakaan, kenapa ?
biar fokus, di perpustakaan aku bener-bener bisa fokus
membaca ulang setiap kata dalam skripsi, dijabarkan 
lihat jurnal, kalau ndak ada cari bukunya
begitulah perjuangan...

Wa insyaallah hasil akan sesuai dengan apa yang telah kita usahakan
Man Jadda wa Jada, khusnudzon billah sama Allah
maka Allah akan baik juga sama kita

Semangat Nggih ^,^

#fokus #faith #fight
Cangkringan, 21/8/2017 


Friday, August 18, 2017

Muslimah

Tetaplah menjadi Muslimah
yang denganmu hadirlah hikmah yang penuh dengan berkah
Semoga... bersamamu...❤



Oh muslimah
Allah cinta kepadamu
Rasulullah kasih kepadamu

Oh muslimah
Berbahagialah kau telah dilahirkannya dengan mulia

Subhanallah
Tuhan telah berkati wanita yang cukup ilmu
Rendah hati

Oh muslimah
busanamu menutup rapi
auratmu kau lindungi dengan indahnya

Oh muslimah
kau rajin memuji
Islam kau jadikan ikutan sejati

Oh muslimah
memandangmu menyejuk hati
menundukkan nafsu hati yang goyah
Keayuan wanita solehah indah peribadi
Tulus hatinya

Oh muslimah
Kecantikan yang sebenar
Pada tutur kata penuh berhikmah

Mempertahan kehormatan dirimu
dengan pakaian mentaati Allah

Oh muslimah
Kau masuk ke syurga
Solat lima waktu dan berpuasa
Menundukkan pandangan matamu
Mentaati suami yang tercinta

Oh muslimah
Kau rajin mengaji
Islam kau jadikan
Ikutan sejati

Nazrey Johani
Cagkringan, 18/8/2017 - AM

Thursday, August 17, 2017

Kebaikan



Adalah Rosulullah Sallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda :

" Sesungguhnya Allah memiliki beberapa kaum (kelompok) / aqwaman yang diistimewakan dengan nikmat nikmat (ni'am)Nya yang banyak agar orang lainnya bisa mendapat manfaat darinya juga. Sungguh nikmat itu akan kekal selama nikmat itu tidak bisan untuk dibagikan atau di berikan juga kepada orang lain. Dan apabila mereka bosan dan enggan berbagi maka nikmat itu akan Alah cabut dan akan dipindahkan kepada orang lain" 

(HR. Ahmad)

Subhanallah wal hamdulillah,
ternyata begitulah hikmah dari sebuah kebaikan
tidaklah kebaikan itu akan berbalas kecuali dengan kebaikan pula
dan saya juga menyadari betul, semakin kita giat menjemput kebaikan
bahagia / gembira menjemput kebaikan maka Allah akan memberikan
petunjuk untuk meraih kebaikan itu

Semua yang kita miliki akan senantiasa bernilai kebaikan
waktu kita, tenaga kita, fikiran kita, harta kita
senantiasa disibukkan dalam kebaikan

Percayalah

Depok, 18/8/2017 - AM

Coming Soon Madrasah Diniyah MTA !!!


Rancangan Madrasah Diniyah MTA (Revisi 01)

















Adalah sebuah awal dari lahirnya generasi qur'ani
tidaklah di tunggu melainkan di perjuangkan !!

Alasan kenapa program paket yang diangkat adalah tahsin dan bhs arab, 
diantaranya dua hal tersebut adalah parameter yang jelas nampak 
dhohir pada anak, jadi yang kita inginkan benar - benar 
anak apabila telah mengikuti Madin MTA
muncul perubahan yang nyata.

Anak Islam 
Sholih Berakhlakul karimah
Tartil Membaca Al Qur'an
Fasih Berbahasa Arab
Faham Membaca Kitab
Kuat Hafalannya
'Alim Ilmu Diniyah 
Luas Wawasannya
Kuat dan Istiqomah

Biidznillah...

Depok, 18/8/2017 - AM

Sunday, August 13, 2017

Melangkah Bersama

Semakin lama ku melangkah
menuju tujuan yang penuh berkah
meniti lika likunya jalan dakwah
semakin ku tak sabar menanti hadirnya seorang zaujah.

Seorang zaujah (istri) yang bisa membersamai langkah ini
sungguh, benar benar langkah yang berat bila ku lalui sendiri
begitu banyak pintu kebaikan yang telah terbuka
dan tidak semua pintu dapat ku masuki sendiri
perlu sosok muslimah yang dengan kelemah lembutannya
menyambut setiap panggilan dakwah generasi muda muslimah
juga dengan kasih sayangnya membina anak anak di madrasah diniyah.

Disetiap perjalanan ku selalu berdoa
mohon dikuatkah langkah walalupun untuk sekarang ku masih lalui sendiri
namun, tetaplah ku hamba yang lemah, masih banyak lupa dan salah
sungguh diri ini lemah tak berdaya tanpa kuasaMu.

Tak kuasa ku menahan air mata ketika memandang masa depan
begitu banyak tantangan dakwah yang harus di emban
perlahan dengan penuh kesabaharan membina dan mendidik generasi qur'ani
mulai dari generasi awal di Taman Pendidikan Al Qur'an dan di Madrasah Diniyah
kemudian membina generasi remaja (adek-adek SMP dan SMA)
dan membersamai derta mengarahkan teman teman pemuda (mahasiswa) di Asrama
serta mendampingi bapak-bapak dan ibu-ibu di kegiatan Tahsinul Qur'an.

Rasa rasanya tak ada waktu untuk bersantai atau beristirahat
bisa ku bayangkan dan ku rasakan sekarang
dari pagi hingga malam yang ku fikirkan hanyalah dakwah, dakwah dan dakwah
seperti kemarin ku mulai melangkah sejak pagi ba'da subuh berangkat menuju majlis
dari solo menuju jogja membina teman teman remaja di salah satu cabang
hingga tengah malam mendiskusikan rintisan madrasah diniyah.

Harus mengatur waktu, tenaga, fikiran untuk menjalani semuanya tetap dalam ridhoNya
benar adanya jika waktu istirahat yang terbaik adalah saat menghadapNya
melepaskan segala lelah dan payah dengan sujud tersungkur kepada Allah
memohon untuk senantiasa dikuatkan, diberikan keistiqomahan dalam fiisabilillah.

Kamu ? apakabar kamu disana ? ^^
meskipun raga ini lelah dan lemah dirasakannya
tetaplah senyum merekah memandang semesta rasamu
semoga kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan
tetaplah berjuang hingga amanah yang masing masing sekrang usahakan
dapat kita menangkan dan di akhirnya kita bisa merayakannya bersama
ya... bersamamu... (karenaNya).

Kelak kita akan merangkai rasa bersama
tak hanya terukir dalam aksara
namun bersama kita tuangkan dalam karya nyata.

Melangitkan do'a
merajut asa
dan berserah padaNya, bersama.

Cangkringan, 14/8/2017 - AM

Thursday, August 10, 2017

Membangun Generasi Qur'ani

Subhanallah wal hamdulillah
lagi lagi Allah Subhanahu wata'alaa menunjukkan kuasanya
menuntun saya untuk terus melangkah sampai tahap ini
sebuah tahapan yang saya merasa masih belum layak mendapatkannya
masih banyak kekurangan yang saya miliki dan
masih banyak ilmu yang harus saya pelajari

Kemarin malam, tepat setelah sholat Maghrib
saya, priyo dan dokter Tomi menghadap pengurus Perwakilan
untuk mempresentasikan konsep Madrasah Diniyah MTA
dan disaat itu juga beliau menghendaki di presentasikan didepan Ustadz Ahmadi
tidak main main, dipresentasikan menggunakan layar proyektor
tidak hanya di depan Ustadz Emut saja tapi bersama jajaran Pengurus Perwakilan
benar benar sudah seperti Ujian Pendadaran versi Ngaji ^^"
rasanya dag dig dug... bagaimana tidak,
dokter Tomi tidak bilang kalau saya yang harus mempresentasikan
saya hanya dipesani buat materi pesentasi saja sebelumnya
Allah.... ya apa boleh buat, bismillah..

Malam itu seakan menjadi malam yang penuh dengan hikmah
suasana menjadi hidmat, semua mata tertuju pada sebuah layar putih
layar yang menerangkan rencana masa depan konsep baru pendidikan di majlis kita
forum dibuka langsung oleh Ustadz Emut Khoir
bayangkan saja, dibuka oleh Ketua Perwakilan DIY
Alhamdulillah berkat niat lurus benar hanya mengharap ridho Allah
siapapun di forum itu yang hadir cukuplah Allah yang akan memudahkan
lisan ini untuk tidak gentar dan takut menyampaikan rencana baik ini

Alhamdulillah, kurang lebih diskusi berjalan selama 2 jam
masukan dan nasehat banyak kami terima
mulai dari lembar pertama tentang visi dan misi
hingga lembar terkhir yaitu estimasi biaya pendirian dan operasional Madrasah Diniyah
tantangan yang luar biasa di zaman ini
harus cerdik dalam membuat strategi dalam mendidik anak anak kita
khususnya dalam bidang diniyah yang tidak ada alasan untuk kita mulai se dini mungkin
bahkan dalam pelaksanaannyapun sudah seharusnya lebih serius (mujahadah)
dan disiplin (nidhom) dibandingkan dengan pelajaran umum lainnya

Akhirnya, forum di tutup dengan beberapa kesimpulan bahwa
pendidikan yang akan kita bangun adalah pendidikan yang profesional
di kelola dengan pengajar yang tsiqoh dalam keilmuannya
memiliki tujuan yang jelas di setiap paketnya
dengan periode waktu yang telah di tentukan
sehingga jelas seorang wali tahu mau dibawa kemana anaknya nantinya
apa yang ingin di capai ? apakah tahfidznya, tahsinnya, bahasa arabnya ? atau yang lainnya
harus ada yang menonjol atau yang utama dalam setiap paketnya
dan yang terpenting juga mulai di jadwalkan study banding ke lembaga pendidikan lainnya
melakukan pengamatan metode belajar untuk anak anak segala usia

Berat ? Lelah ? Komplek ?
ya begitulah... namanya juga berjuang
bukanlah perjuangan tanpa pengorbanan
membina atau membangun generasi itu memanglah tidak bisa sambil lalu
harus fokus meluangkan waktu tidak harus 24 jam full
namun yang terpenting kita mau "komitmen"
meluangkan waktu secara mujahadah, istiqomah, nidhom mengurusnya

Kuncinya adalah pada hati, niat dan tekad kita
seorang dokter spesialis seperti dr. Tomi yang sebenarnya sibuk sekali
setiap hari pulang malam, masih meluangkan waktunya memikirkan generasi islam
di sisa sisa waktunya yang seharus dihabiskan untuk keluarga
begitu juga dengan saya yang semestinya menggunakan waktu untuk istirahat
atau menjaga rumah makan, mengkontrol kegiatan pemuda dan lain sebagainya
namun harus mengatur sedemikian rupa agar rencana ini dapat terwujud
membangun dan membina generasi lebih dini, lebih intensif dan lebih masif
biidznillah...

Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maulaa wa ni'man nashiir

Maguwo, 11/8/2017 - AM