Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Sunday, July 29, 2018

Akhlak #4 - 10 Karakter Seorang Muslim yang Kaffah



















Hasan Al Banna merumuskan 10 karakteristik muslim yang dibentuk didalam madrasah tarbawi. Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat).  

Karakter ini menurut Beliau Hasan Al Banna, merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi soko guru peradaban dunia (Ustadziyatul 'alam). 

Kesepuluh karakter itu adalah :

1. Salimul Aqidah
Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

2. Shahihul Ibadah 
Benar Ibadahnya menurut AlQur'an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid'ah yang dapat menyesatkannya.

3. Matinul Khuluq
Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin)

4. Qowiyul Jismi
Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT

5. Mutsaqoful Fikri
Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

6. Qodirun 'alal Kasbi
Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya

7. Mujahidun linafsihi
Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain

8. Haritsun 'ala waqtihi
Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.

9. Munazhom Fii Su'unihi
Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

10. Naafi'un Li Ghairihi
Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Wallahu'alam.


Akhlak #3 - Menumbuhkan Perilaku Rendah Hati dan Lemah Lembut
















Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad, keluarga sahabat dan seluruh pengikut beliau. Segala puji bagi Allah, perilaku lembut hati, penuh kasih sayang adalah termasuk sifat-sifat mulia, sifat-sifat para manusia calon ahli surga, sebagaimana sabda-sabda Rasulullah Muhammad SAW yang artinya

Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: ” Maukah aku kabarkan kepadamu orang yang diharamkan masuk neraka atau orang yang nereka itu haram baginya?, (Neraka itu) diharamkan atas setiap orang yang halus, lembut dan mudah [HR. Thirmidzi, ia berkata: "Hadits Hasan", dan Ibnu Hibban dalam shahihnya]

Dari Jarir bin Abdullah RA, ia berkata : Bahwasanya nabi SAW bersabda : ” Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memberi kepada orang yang kasih sayang apa-apa yang tidak diberikan kepada orang yang pandir(bodoh). Dan apabila Allah mencintai kepada seorang hamba, Allah memberinya sifat kasih sayang. Dan Tiadalah suatu keluarga yang terhalang kasing sayang, melainkan mereka terhalang pula dari kebaikan”. [HR. Thabrani, Muslim dan Abu Dawud]

Sifat kasih sayang dalam diri manusia dapat ditumbuhkan dengan meninggalkan kebodohan serta rajin menuntut ilmu Al-Islam dan kemudian berusaha diamalkan. Ilmu-ilmu yang diberikan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW bila diamalkan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, sehingga bila Allah telah mengasihi hamba-hamba-Nya, Allah pulalah yang akan meletakkan sifat-sifat kasih sayang (Rahmat Allah) kepada makhluq-makhluqnya tersebut.

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang dan senang kepada kasih sayang dalam segala urusan”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Dari Ibnu ‘Abbas Ra,ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Al-Asyajji: ” Sesungguhnya pada dirimu itu ada dua perangai yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu penyantun dan shabar [HR. Muslim]

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Kecintaan Allah adalah pasti atas orang yang dibuat marah tetapi ia berlaku santun (tidak membalas)”. [HR Al-Ashbihani]

Dalam suatu masyarakat yang masih memegang teguh Al-Qur’an dan As-Sunnah dan benar-benar membersihkan dari segenap godaan dan rayuan kemaksiyatan, akan banyak ditemukan manusia-manusia yang berperangai lembut, penuh sopan santun dan kasih sayang.

Namun suasana zaman dihari ini, di Negeri ini, dimana setiap orang dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi telah bisa melihat tayangan-tayangan kejahatan, kekerasan, kebrutalan, kebengisan, kegarangan, kemarahan, kekejaman, kekejian, yang ditampilkan dari berbagai jenis Multimedia.

Walaupun diamana-mana merebak pengajian-pengajian yang mengajak orang keluar dari kebodohan, mengajak orang untuk menjadi orang shalih, namun masih saja umat manusia terkontaminasi dengan rangsangan-rangsangat kekejian dan kejahatan tersebut. Sehingga walaupun rajin mengaji, namun belum pula tumbuh iman dan kasih sayang, sopan santun dan kelembutan hati.

Allah telah melarang umat beragama untuk mengkonsumsi tayangan-tayangan hiburan kejahatan yang ditawarkan oleh orang-orang yang tidak beriman. Karena tayangan kejahatan yang dilihatnya itu akan menghapus ilmu dan iman yang sudah dikajinya dengan susah payah. Manusia harus sadar bahwa hidup yang singkat ini tidak boleh lengah dan bermanja-manja dengan hiburan yang merusak iman dan akhlaqnya.

Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah ayat 42)

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui. (QS. Al Imran ayat 71)

Hiburan-hiburan yang salah bila dikonsumsi, baik sengaja atau tanpa sengaja akan melunturkan dan merusak keimanan, kesholihan dan kearifan yang sedang dibangun. Sehingga menjadi rusak dan cerai berai kembali

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, … (QS. Al Hadid ayat 92)

Umat Islam yang ingin mendapatkan kasih sayang Allah di dunia dan di akherat harus menjauhi segala hal-hal yang dilarang oleh Allah. Pikiran, hati dan perasaan harus dijauhkan dari segala kekotoran , kekejian, dan kejahatan.

Jangan sampai masuk ke dalam perangkap sebagaimana orang sering mengatakan tontonan dadi tuntunan, tuntunan dadi tontonan” Menjaga amal memang lebih berat dibandingkan beramal itu sendiri. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meninggalkan hiburan-hiburan yang merusak dan kita bisa memproduksi hiburan-hiburan yang Halal dan Thoyib, yang akan mengokohkan iman dan kearifan kita. 

Wallahu ‘alam.

Akhlak #2 - 24 Jam Kehidupan Seorang Muslim














Sebuah karya Harun Yahya
Menjelaskan berbagai kegiatan seprang Muslim,
mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Daftar Isi : (*link download ada dibawah)

1. Pendahuluan
2. Dua Puluh Empat Jam dalam Kehidupan Seorang
3. Muslim Menurut Ajaran Al Qur'an
4. Bangun di Pagi Hari
5. Kebersihan
6. Berpakaian
7. Sarapan
8. Dalam Perjalanan
9 Di Tempat Kerja
10. Berbelanja

11. Olahraga dan Latihan Fisik
12. Berdoa
13. Berangkat Tidur di Malam Hari
14. Pola Pikir Qur’ani Seorang Beriman
15. Sikap terhadap Keluarga dan Teman

16. Sikap terhadap Nikmat
17. Sikap terhadap Keindahan
18. Tanggapan terhadap kejadian yang tampak buruk
19. Sikap Selama Sakit
20. Sikap yang Ditunjukkan dalam Kesulitan dan Tekanan
21. Sifat Unggul dan Khas Milik Orang Beriman
22. Kewaspadaan terhadap Godaan Setan
23. Pengertian, Tenggang Rasa dan Memaafkan    
24. Sabar
25. Perkataan yang Baik

26. Kepedulian
27. Keramahan
28. Damai dan Saling Menghormati
29. Menghindari Amarah dan Perselisihan
30. Tidak Mementingkan Diri Sendiri
31. Menghindari Curiga dan Gunjingan
32. Menghindari Hinaan
33. Pengorbanan diri sendiri
34. Bertindak adil
35. Kejujuran
36. Penutup

LINK DOWNLOAD : klik disini

Sunday, February 4, 2018

Diary #107 - Menggenap


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya 
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu 
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Qs. Ar Rum ayat 21

Wednesday, January 3, 2018

Nasyid #24 - Citaku Setinggi Angkasa


Subhanallah, pagi ini buka channel Musik Positif 
dapet nasyid baru yang munsyidnya adalah anak anaka ^,^
entahlah selalu spesial anak anak dimata saya
jadi semakin termotivai untuk berkarya di TPA dan Madin
bismillah membuat video coming soon
JOST dan FAST

... oOo ...

Cara Download Video / MP3 Kajian :

1. Download Youtube Downloader, insyaallah mudah
yaitu dengan klik : disini

2. Setelah download, dan terinstal, lalu klik kanan pada video kajian
dan pilih "salin URL video"

3. Tahap terakhir, paste URL video yang telah di copy atau disalin
selanjutnya pilih format keluaran : video atau MP3
kemudian klik DOWNLOAD

Alhamdulillah ^^//

Depok, 4 Januari 2018 - AM

Tuesday, January 2, 2018

Hikmah #25 - Walimatul 'Ursy


Melihat perkembangan zaman saat ini, begitu banyak perubahan di segala aspek kehidupan. Mulai dari akhlak, tindakan, hingga peribadahan. Perubahan itu jika kita cermati tidak lain salah satunya disebabkan oleh semakin berkembangnya media sebagai salah satu sarana komunikasi antar sesama. Sangat memungkinkan sekali adanya kultur atau budaya berpindah antar daerah, dan antar negara. Salah satu contoh bentuk perubahan tersebut adalah dalam pengamalan Walimahan. 

Dulu walimah atau pesta pernikahan begitu sederhana, namun sekarang sudah banyak yang berubah, tidak sedikit yang menjadi ajang pamer, pesta bermewah mewahan. Dulu cukup sekedar makan makan, namun sekarang sudah banyak ditambah dengan ritual ritual, pertunjukan musik, wayang, dll, foto foto mulai dari pre wedding, saat pernikahan hingga pasca akad. Sebagai umat muslim mungkin kita tidak perlu silau dengan pelaksanaan pernikahan yang dilakukan oleh mereka yang non muslim, namun yang masyaallah saat ini juga dapat kita jumpai adalah pada pesta pernikahan seorang muslim juga. Masyaallah...

Maka pentingnya kita ngaji, mempelajari dan memahami risalah Rosulullah sallahu 'alaihi wa sallam. Nah berikut ini saya lampirkan brosur rangkuman penjelasan Quran dan Sunnah terkait Walimatul 'Ursy.
 Download Brosur : klik disini

Akhlak #1 – Adab Tidur



Pembahasan akhlak yang pertama ini adalah tentang akhlak tidur, kenapa tidur ? karena hal ini adalah kegiatan yang selalu kita lakukan setiap hari dan tidak bisa dipungkiri mungkin diantara kita yang masih belum istiqomah atau bahkan belum tahu praktik pengamalan sunnahnya.

Jika kita renungkan, dalam sehari (24 jam) apabila rata rata tidur kita 8 jam sehari maka apabila dikalkulasi dengan umur kita maka kita telah menghabiskan sepertiga dari umur kita untuk tidur, masyaallah...

Lama juga kan... tapi harus kita yakini bahwa Allah menciptakan kita sebagai sebaik baik makhluk, semua aktivitas kita adalah sebuah anugrah dari Allah, tinggal kita bagaimana mengimplementasikannya, apakah dalam hal yang baik, buruk atau yang sia sia. Apabila aktivitas tidur ini kita lakukan dalam hal kebaikan, kita niatkan untuk mencari ridho Allah, memenuhi hak hak tubuh kita maka sungguh banyak tanda tanda kekuasaan Allah, banyak hikmah yang terkandung didalamnya.

1. Malam untuk beristirahat dan siang untuk bekerja

Allah berfirman dalam Qs. Ar Ruum ayat 23 :

َمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan  (QS Ar-Ruum 23)

Allah juga berfirman dalam Qs. Al Furqon ayat 47 :

َهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha (QS AlFurqon 47)

2. Kesempatan meraih pahala

Muadz bin Jabal mengatakan : Sungguh aku berharap pahala dari tidurku, sebagaimana aku mengharapkannya dari Sholatku

3. Terangkat dari beban dan dosa

Diangkat pena (catatan amal) dari tiga orang : yang tidur sampai ia bangun, dari orang gila sampai sembuh, dari anak-anak sampai berusia baligh “ (HR Abu Daud)

Subhanallah, banyak kan hikmahnya tidur, banyak keutamaan didalamnya. Tapi perlu diperhatikan tidur yang bagaimana sih yang mendapat keutamaan ? maka Islam sudah mengaturnya, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan terkait waktu tidur

1. Hindari tidur pagi

Ibnul Qayyim berkata: “Di antara perkara yang dibenci di kalangan para salaf, yaitu tidur antara usai shalat Shubuh dan terbitnya matahari. Sebab, waktu-waktu itu adalah saat keberuntungan. Aktifitas yang dikerjakan pada waktu-waktu tersebut memiliki nilai istimewa.

Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].

Pagi hari hindarilah aktivitas tidur, kerjakanlah amal sholeh lainnya, dengan bekerja, berdagang, belajar dan lain sebagainya. Karena sungguh banyak keberkahan lainnya.

Dari Shakhr bin Wada’ah al Ghamidi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya”.

Jika mengirim pasukan ekspedisi atau pasukan perangnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus mereka di pagi hari.

Dan Shakhr adalah seorang pedagang. Maka ia mengirim dagangannya pada pagi hari. Dia menjadi kaya dan hartanya melimpah”.

Di riwayat lain :

Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia melihat seorang anaknya tidur pada waktu pagi. Maka ia membangunkannya dengan kakinya, seraya berkata : ”Bangun, engkau tidur saat Allah membagi rejeki untuk hamba-hambaNya”

Selain kita manfaatkan waktu pagi ini dengan pekerjaan juga bisa kita isi dengan berdzikir, membaca Al Qur’an atau menghafal Al Qur’an. Dalam riwayat disebutkan : “Iya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim no. 670)

2. Beberapa waktu tidur yang perlu diperhatikan

Diantara beberapa waktu tidur kita, perlu kita ketahui bersama apakah akan membawa manfaat atau malah sebaliknya. Dalam sebuah riwayat disebutkan : Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidur ada tiga macam. Tidur orang rusak, tidur orang berakhlak, dan tidur orang dungu.  Adapun tidur orang yang rusak kepribadiannya adalah tidur pada waktu dhuha, saat orang-orang menyelesaikan urusan-urusan mereka, sementara ia terlelap dalam tidurnya. Tidur orang yang bermoral, adalah tidur qailulah ketika pertengahan hari. Dan tidur orang yang pandir adalah tidur ketika waktu shalat datang”. (HR Baihaqi dalam Asy-Syuab)

3. Tidur siang

Al-Munawi berkata: “Al-Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang ketika hampir waktu zawal (tergelincir matahari) sebelum atau selepas.”

Rasulullah SAW bersabda : “Berqailulahlah kamu semua, kerana sesungguhnya syaitan tidak berqailulah.” (HR Abu Nuaim) – dihasankan oleh Albani
Anas bin Malik  berkata :  Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang.” (HR Bukhori)

Dalam sebuah kajian ilmiah (Afrizal Muttaqien, S.Si, CPNLP, CHt.) didapatkan beberapa manfaat tidur siang, diantaranya :
    a. Meningkatkan kewaspadaan, ingatan atau memori, kemampuan motorik, pengambilan keputusan
        dan semangat. (David Dinges)
    b. Menyingkirkan kantuk di siang hari tanpa mengganggu tidur malam hari. (Jim Horne)
    c. Memberikan ketenangan. (Dr. Roger Rosa)

4. Hindari tidur sore

Rasul bersabda : “Barang siapa yang tidur setelah shalat Ashar lalu akalnya rusak maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri” ( Silsilah Dhoifah Al bani )
*kembali ke hukum asal yaitu mubah karena larangan kurang kuat

5. Hindari tidur sebelum Isya’

Dari Abu Barzah : Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum isyak dan berbincang-bincang (tanpa keperluan) setelahnya (HR Tirmidzi )

6. Segera tidur ba’da Isya’

Tentunya apabila setelah isya ada hal bermanfaat yang dibolehkan menurut syariat, boleh tetap menunda tidur agak malam. Akan tetapi ada hadist yang menyatakan bahwa “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

Hikmahnya tentu saja akan memudahkan kita bangun untuk qiyamul lail dengan izin Allah. Ketika kita tidur terlalu larut, maka akan membuat kita berat melakukan amal ketaatan ketika disepertiga malam akhir.

7. Hindari tidur saat khutbah Jum’at


“Jika salah seorang dari kalian merasa ngantuk di masjid hari Jum’at, hendaklah ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lain.” (HR. Abu Dawud)

Begitu indahnya islam memuliakan pengikutnya, pengamalan disetiap waktunya memiliki banyak hikmah didalamnya khususnya dalam hal tidur. Tidak hanya dalam urusan waktu tidur saja namun juga tempat kita tidur islam sudah menunjukkan yang terbaik, yang akan membawa manfaat bagi kita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa makruh hukumnya tidur di atas rumah yang tak beratap. Dimakruhkan tidur di atas rumah yang tidak bertembok, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang tidur di atas atap rumah yang tidak memiliki tembok atau atap rumah yang tidak mempunyai pembatas apapun untuk mematasi kakinya maka jaminan telah terlepas atas dirinya… (HR Bukhori)

Diantara beberapa adab saat akan tidur adalah :

1. Memastikan lampu padam

"Padamkanlah lampu-lampu pada waktu malam apabila kalian hendak akan tidur dan tutuplah pintu-pintu .. (HR Bukhori Muslim )

2. Berwudhu

"Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu maka hendaklah engkau berwudhu' seperti wudhu'mu untuk shalat (HR Bukhori Muslim)

Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

3. Sholat Witir

Abu Hurairah : Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku 3 hal : puasa 3 hari setiap bulan, dua rekaat sholat dhuha dan witir sebelum tidur (HR bukhori Muslim)

Dari Abu Hurairah ra berkata : “Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981)

4. Merapikan tempat tidur terlebih dahulu

"Apabila salah seorang di antara kalian ingin tidur di atas kasurnya maka hendaklah dia menggerak-gerakkan (membersihkan) kasurnya bagian dalam sarungnya sebab dia tidak mengetahui apa yang ditinggalkan di belakangnya…". (HR Bukhori Muslim)

5. Berdzikir dan berdoa terlebih dahulu

"Tidaklah seorang muslim tidur malam dengan berzikir dan bersuci lalu bangun pada waktu malamnya, kemudian meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya (HR Abu Daud )

Bacaan dzikir lainnya yang sudah terkenal biasa kita tahu yaitu:
Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Caranya, baca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas satu kali lalu ditiupkan ke telapak tangan. Pergunakan telapak tangan tersebut guna mengusap seluruh tubuh dari wajah, tangan, kaki sampai area area yang bisa dijangkau. Selepas mengusap, baca lagi surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas lalu usapkan hingga total 3 kali. (HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192, Malik dalam al-Muwaththa’, Abu Dawud no. 3902, at-Tirmidzi no. 3402, Ibnu Majah no. 3529, dan an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 793)

Membaca Ayat Kursi alias Quran Surat Al Baqarah 255 sebanyak satu kali. (HR. Al-Bukhari no. 2311/ Fat-hul Baari V/487)

Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh,berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam “Barangsiapa membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Surat Al Kafirun,berdasarkan sebuah hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan sahabat Naufal untuk membaca surat Al Kafirun sebelum tidur (HR Abu Dawud, Ahmad, dan At Tirmidzi).

Surat Al Mulk dan As Sajdah, hal ini berdasarkan penjelasan sahabat Jabir bin Abdillah, beliau berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tidur sampai beliau membaca alif lam mim tanzilus sajdah (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk)” (HR Bukhari).

Dalilnya, dari Hudzaifah, ia berkata, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

6. Tidur dengan posisi miring ke kanan

Rasulullah menjelaskan posisi tidur yang tepat, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Dalam riwayat lain, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

7. Hindari tidur dengan tengkurap

Rasulullah menggambarkan : “ itu adalah tidurnya penghuni neraka “ . “ itu adalah tidur yang membuat Allah marah “

Rasulullah telah melarang tidur tengkurap, Silakan teman teman perhatikan hadist berikut, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

8. Apabila saat tidur mimpi buruk

"Apabila salah seorang di antara kalian melihat mimpi yang tidak disukainya maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindunglah kepada Allah dari setan tiga kali, lalu hendaklah dia berpindah dari posisinya yang semula (HR Ibnu Majah)

Sedangkan saat bangun dari tidur beberapa adab yang harus kita ketahui adalah Rasulullah SAW  menceritakan: “Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): 'Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.' Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).” (Muttafaqun ‘alaih)

Demikian beberapa penjelasan terkait adab atau akhlak saat kita akan tidur dan saat bangun tidur. Semoga dapat menambah wawasan keilmuan kita dan menjadi motivasi kita untuk mengamalkannya dan meraih fadhilah dan manfaatnya.

Aamiin ya Rabb.

Pakem, 3 Januari 2018 - AM

Tuesday, December 19, 2017

Diary #105 - Ketika Amanah Bertambah


Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu 
[ QS. Muhammad 47:31]

Seiring berjalannnya waktu, sungguh Allah akan menguji para hambanya. Siapapun dia, maka Allah akan mengujinya dengan kenikmatan, kesusahan, kekurangan, kelebihan, kehidupan dan kematian. Juga Allah akan menguji dengan segala sesuatu yang kita miliki, keluarga, anak, harta dan lain sebagainya. Untuk apa ? untuk mengetahui apakah keimanan kita itu shidiq (benar) atau Kadzib (dusta). 

Allah yang membesarkan saya di sebuah keluarga sederhana ini tak terasa begitu cepat tumbuh, saya yang dulu adalah anak kecil yang cengeng, skarang tumbuh menjadi seorang lelaki yang insyaallah dewasa kata teman teman, dan subhanallah, apa yang saya tekuni saat ini, adalah hal hal yang tidak jauh berbeda dilakukan Bapak dan Ibuk saat muda dulu. Maka benar pepatah "Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya". 

Awal mula saya mulai mengenal amanah adalah saat dulu duduk di bangku sekolah dasar, potensi saya mulai muncul saat masuk kelas 3, mulai saat itu saya mendapat amanah menjadi ketua kelas hingga kelas 3, berlanjut sampai SMP dan SMA, masyaallah...

Masuk masa remaja Bapak mulai mengenalkan dunia dakwah lebih intens, saat itu saya tidak hanya diajak piket masak, parkir, dan ikhrom tapi juga ditugaskan ikut dherekke Ustadz mengisi pengajian dan tahsinul qur'an. Mungkin dengan aktivitas tersebut membuat pemikiran dan sikap saya lebih tertata. Maka ketika masuk kelas 2 SMA, saya dicalonkan menjadi ketua OSIS satu satunya dari siswa lajo. Tapi, meskipun saya lajo saya sering banget main ke asrama, jadi hubungan saya dan teman teman saya begitu dekat, mulai dari yang pendiam sampai yang ceriwis. hehe... Ada yang unik saat pemilihan ketua OSIS waktu itu, saya sudah mencium konspirasi para senior yang menjebak saya untuk bisa menjadi ketua OSIS, pasalnya diantara 3 calon ketua OSIS waktu itu 2 diantaranya adalah calon kuat ketua organisasi dibawah OSIS ( Orsesi dan PMR ), alhasil benar saat debat keduanya mengundurkan diri. -,-"

Setelah lulus, subhanallah Allah menunjukkan saya tempat yang dapat menjadikan saya terus meningkat, setingkat demi setingkat. Kuncinya adalah menjalankan amanah itu dengan sebaik baiknya, amanah itu akan mendidik kita menjadi hamba Allah yang bertanggung jawab. Menjalankan segala sesuatu selalu ada perhitungan. Disamping itu juga Allah akan menganugerahkan furqon kemampuan membedakan yang hak dan yang bathil.

Saat hijrah merantau ke Jogja, saya memutuskan untuk tinggal di Majlis, dengan sendirinya tanpa paksaan dari siapapun, dan alhamdulillah dengan di majlis itulah saya menjadi mengenal dunia dakwah lebih luas. Ada banyak pengalaman yang saya alami saat berkecimpung di Majlis Jogja. Mulai mengikhromi setiap tamu yang hadir di Perwakilan DIY, mendherekkan Ustadz, mengajar Tahsin, mengajar TPA, ikut Satgas, ikut SAR, ikut mengkonsep JogjaJE Club, menjadi Ketua TPA DIY lalu memuat FORKOM TPA DIY hingga yang terakhir ini Allah memberikan amanah menjadi Kepala Sekolah MADIN MTA sebuah cikal bakal lembaga pendidikan formal MTA di Perwakilan MTA DIY. 

Berbicara Madin, subhanallah, seperti yang sudah saya ceritakan dulu di artikel Madrasah Diniyah, saat itulah Allah mempertemukan saya yang memiliki mimpi dapat mendirikan sebuah Madrasah dengan seorang dokter yang merupakan alumni santri Madrasah Diniyah MTA, maka saat itu ide dan gagasan terus berkembang hingga akhirnya saya ceritakan di artikel Membangun Generasi Qur'ani . Alhamdulillah sekarang Madin terus berkembang bahkan setiap minggu selalu ada yang menanyakan ingin mendaftar. Saat ini sedang proses mendaftarkan Madin ke Kemenag dan juga survey tanah untuk tempat Madin yang baru tahun depan. InsyaAllah.

Berkat pertolongan Allah, semua rencana terealiasi meskipun perlahan namun pasti. Mulai dari kegiatan diniyah untuk mengisi kekosongan anak anak saat pengajian yang waktu itu mengurus hanya 2-5 anak hingga saat ini mengurus santri seluruh DIY, beberapa cabang mulai merintis TPA yang lebih tertata dan terorganisir dengan adanya FORKOM tersebut. Alhamdulillah proses itu berjalan hingga terlaksana beberapa kali pertemuan ustadz ustadzah di beberapa cabang, terlaksana Festival Anak Sholeh MTA (FAST), kemudian Al Khusna dan besok akan mulai persiapan Jambore Anak Sholeh MTA (JOST). Yang tadinya hanya berupa niatan mengajar saat ini berkembang menjadi diniati mengajar hingga membuat bahan ajar. 

Pada ahad kemarin qodarullah saya di timbali Ustadz Wahyul Amin untuk hadir di Mabes melakukan pertemuan bersama Ustadz Didik, Ustadz Kardiyanto dan rekan dr Sie Pendidikan Pusat. Masyaallah, nampaknya alasan beliau mengundang saya adalah setelah saya mengupload beberapa media pembelajaran di Forum Koordinator Diniyah MTA. Dan Subhanallah, saya waktu itu satu satunya pengurus yang basicnya bukan seorang akademisi, rata rata yang hadir adalah dosen dan guru >,< Waktu itu beliau mengapresiasi karya saya dan saat itu beliau memberikan amanah baru menjadi tim kreatif pendidikan kita untuk menindak lanjuti buku panduan mengajar Diniyah MTA yang insyaAllah akan di launching besok saat Al Khusna Pusat. Tim kreatif tugasnya membuat media pembelajaran followup dari materi yang telah buat.

Allahu akbar...
Amanah satu belum selesai dijalankan sudah bertambah dengan amanah yang lainnya.
Laa haulaa walaa kuwwata illa billah...
Dan beberapa bulan lagi akan datang lagi amanah baru bersamanya, subhanallah...
semoga bisa menguatkan hati, fikiran dan tenaga dalam mengemban semua amanah ini. Insyaallah

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Sedikit cerita ^^// kemarin ibu mengabarkan kalau Bapak punya rencana untuk mengadakan lamaran akhir bulan ini, kenapa Bapak ? karena memang untuk proses munakahat saya sudah pasrahkan sepenuhnya kepada Bapak dan Ibuk baiknya bagaimana, namun memang untuk waktu tetap saya harus menyesuaikan dengan tugas kantor, pun demikian dengan kamu  disana dengan rencana rencanamu. Akhirnya rencana Bapak saya menyanggupi tanggal 30 Desember akan direncanakan lamaran (khitbah), insyaallah rencana ini disampaikan Bapakku ke Bapakmu saat khususi besok, atau mungkin sudah di kontak sama Ibu, wallahu 'alam... belum saya tanyakan kembali. 

Untuk hari H pelaksanaan mungkin yang perlu dibicarakan lagi mengingat pertengahan bulan Januari saya tugas ke Padang satu minggu, pertengahan Februari kamu wisuda (barakallah ^^//), bulan Maret full checking hot pepper, saya direncanakan tugas mendampingi peneliti dari Jepang pengamatan cabe di Indonesia, saat itu saya akan keliling mulai dari Jogja, Kopeng, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Padang lagi. Maka ada waktu longgar setelah itu yaitu Bulan April. Entah ini kabar baik atau buruk, namun saya tetap khusnudzob billah, yang terpenting kita tetap bersiap dan berproses menjaga diri. Tentunya proses khitbah yang kita lakukan di awal adalah salah satu usaha juga kita melakukan penjagaan, dan masa masa menjelang walimah adalah waktu yang dapat kita gunakan untuk mempersiapkan segalanya hingga Akad itu terucap. Masyaallah... Wallahu'alam bisshowab, kita hanya bisa merencanakan, mengikhtiarkan dan mendoakan. selebihnya adalah Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Persis seperti pesanmu kala itu "Harapan yang terselip dalam doa selalu melangit. Tanpa henti seakan saling berkejaran, mana yang lebih dahulu sampai, kita tak pernah tahu, kita benar benar hanya perencana". 

Bismillah, Fasbir bi sabran jamiil 

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Pakem, 20 Desember 2017 - AM
Saya tulis setelah kemari 2 hari sibuk dan lelah dengan pekerjaan tanam,
alhamdulillah ada kesempatan menulis ^^//


Sunday, December 17, 2017

Diary #104 - Wanita Sholihah


Wanita sholeh itu kuat dan menguatkan. Seringkali kita mendengar opini banyak orang bahwa wanita itu identik dengan lemah lembut, manja, halus dll. Subhanallah begitulah kuasa Allah menciptakan pria dan wanita. Semua opini tersebut tidaklah salah karena memang itulah kodrat seorang wanita.
Namun apabila kita lihat dari sisi Agama Islam, tidak sepenuhnya benar, semua ada tempatnya. Wanita yg sholehah adalah ia yg khusyu’, adalah dia yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan yakin bahwa kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka menghadaki lika liku dan gemerlap jalan duniawi ia akan berusaha menjadi pribadi yang kuat, kuat menjaga aqidahnya, menjaga akhlaknya dan amalnya.
Kenapa bahasannya wanita ? Karena saya baru terinspirasi sama ibuk saya ^^“// selebihnya karena wanita sholehah adalah sebaik baik perhiasan dunia. Ingin sharing aja sholehah yg seperti apa sih yang sebenarnya itu ?
Nah akan saya jawab dr pengalaman yg saya dapatkan selama bersama dengan Ibuk saya. Bagi saya beliau adalah sosok penyemangat saya yang kasat mata selalu hadir untuk saya. Jadi mulai dari kemarin beliau adalah yang menyiapkan segala sesuatu saat akan bersilaturahmi ke beberapa keluarga. Hingga selepas silaturahmi, beliau berbegas memasak untuk makan malam keluarga, setelah itu sekitar pukul 20.00 Ibuk langsung bergegas bersiap siap menuju Mabes, bermalam disana untuk mengikhromi tamu tamu pengajian Ahad Pagi dari berbagai daerah yang hadir malam itu ada yang dari Jombang, Pacitan dan Pontianak, Subhanallah…
Kebayang betapa kuatnya beliau, kuat untuk bisa menahan hawa nafsu, beliau memilih untuk berlelah lelah dalam lillah, menahan peluh dan keringat demi kebaikan keluarga, menahan dinginnya malam demi kebaikan ukhwah.
Disela sela beliau bertugas pun masih sempat menanyakan kabar Nurul dan Faqih sdh tidur belum, sdh berangkat ke Jogja belum, berangkat naik apa, begitu peduli dan perhatian disaat perhayian beliau juga harus fokus melayani umat.
Tidak hanya kuat, beliau juga menjadi sosok wanita sholehah yang juga menguatkan. Disaat saya hampir putus asa untuk kembali ke Solo mengingat waktu yg tidak memungkinkan untu mengejar jadwal kereta pramek, namun sesaat sebelum saya pulang dr kantor beliau menelpon bgaimana sdh persiapan pulang ? Lalu saya menjawab niatan saya untuk izin benar benar terpaksa, dan saya sdh berniat tetap di jogja utk sore nanti mengajar tahsin.
Beliau dengan lemah lembutnya mengingatkan dan menguatkan saya, "Am.. ini dhawuh Ustadz dr Pusat, jd ya bismillah semaksimalkan diusahakan. Tiket pramek selanjutnya jam berapa ? Skarang kamu segera ke stasiun beli, nanti matur Ustadz Wahyul izin terlambat, yg penting kita sdh maksimal.” Dengan taslim saya mengerti dan mengiyakan nasehat Ibuk. Beliau meyakinkan bahwa urusan pusat harus lebih diutamakan, krn insyaallah akan membawa kemaslahatan yg lebih besar utk umat.
Qodarullah, setelah semua saya niatkan dan usahakan, Allah memberi jalan kemudahan, saya mendapat tiket dan pertemuan oleh Ustadz Wahyul diundur. Alhamdulillahi ‘alaa kulli hal
Begitu cerminan wanita sholehah, yang kuat dan menguatkan. Beliau adalah madrasah saya yang senantiasa mendidik saya dan adik adik saya menjadi pribadi yang kaffah, memiliki sifat mujahadah, istiqomah dan nidhom dalam perjuangan.
Alhamdulillah.. ^^//
Wallahu 'alam bishowab
Pramek, 17 Desember 2017 - AM

Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Seluk Beluk Kolestrol


Bismillah...
Dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad Sallahu'alaihi wa Salam pernah bersabda :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2664); Ahmad (II/366, 370); Ibnu Mâjah (no. 79, 4168); an-Nasâ-i dalam Amalul Yaum wal Lailah (no. 626, 627); at-Thahawi dalam Syarh Musykilil Aatsâr (no. 259, 260, 262); Ibnu Abi Ashim dalam Kitab as-Sunnah (no. 356).
Dishahihkan oleh Syaikh al-Bani rahimahullah dalam Hidâyatur Ruwât ila Takhrîji Ahâdîtsil Mashâbîh wal Misykât (no. 5228).

Untuk mengusahakan tubuh kita agar selalu fit dan sehat maka tentunya perlu ilmu dalam dalam ikhtiar kita, salah satu pengetahuan yang wajib kita ketahui adalah tenang kolestrol . 

Lalu apa itu kolestrol dan bagaimana cara mengetahui kolestrol kita normal atau tidak ?
nah, teman teman dapat menyimak diskusi diatas.

Semoga bermanfaat ^^//

Hikmah #24 - Menjemput Rizqi Barokah


Bismillah...
Jangan lupa bersyukur

Sesungguhnya apabila rizki itu diukur dari kerja keras,
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.

Jika rizki itu ditentukan dr waktu kerja,
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar,
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya.

Jika rizki itu karena jabatan,
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia.

Rizki itu karena kasih sayang Allah, yang harus kita usahakan itu mengejar rizki, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra pernah berpesan : "Meskipun lari rizqi kita tidak tetap akan mengikuti kita (mengejar kita). Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.
Abdurrahman bin Auf selalu gagal jadi orang miskin. Masih ingatkan kita dengan kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus. Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira. Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap jatuh miskin! Masya Allah....

Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah. Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. Namun.. Masya Allah Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK ! Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Allahu Akbar.... Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal.

Benarlah firman Allah: "Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 ) Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk? Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, untuk lebih mengutamakan urusan akhirat, mengutamakan Allah dan RosulNya dibanding urusan dunia yang sementara ini

Kisah diatas sesuai dengan hadist Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.

Wallahu'alam bisshowab.
Pakem, 14 Desember 2017 - AM