Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Thursday, November 30, 2017

Diary #102 - One Stop Dakwah

Subhanallah, walhamdulillah
walaa ilaa ha illah, wallahu akbar

Sungguh luar biasa kemarin malam, 
saking luar biasanya saya bingung mau memberi judul apa cerita kala itu
ada banyak hikmah perjalanan hidup akhir akhir ini
jadi semenjak beberapa hari yang lalu memang jogja sedang berkabung
pagi, siang dan malam tidak hanya mendung tapi hujan deras pun ikut mengguyur Tanah Mataram 
benar benar mencekam kondisinya, hampir seharian tidak ada panas terik yang menghangatkan
yang ada hanya mendung, hujan, angin dan petir
alhasil, seperti yang kita lihat bersama, berita musibah terjadi dimana mana 
inna lillahi wa inna ilaihii raa jiuun

Namun begitu, sungguh Allah Maha Bijaksana
Allah menurunkan hujan sebagai curahan kenikmatan bagi hambanya yang beriman
dengan hujan Allah uji hambanya dengan sedikit cobaan
dengan hujan Allah tumbuhkan tanaman dan buah buahan
dengan hujan allah suburkan tanah tanah gersang
namun jika yang terjadi adalah musibah, maka itulah bukti kasat mata keserakahan manusia
kenapa ? karena Alam tidak bisa di bungkam dengan uang

Bagi kita yang mengaku hambanya yang beriman terlebih yang ngaji
maka saat saat inilah iman kita diuji
seberapa yakinkah kita pada urusan akhirat kita
apakah kita masih memiliki ghiroh yang kuat dalam beramal sholih
terlebih dalam berdakwah, justru disaat seperti inilah kegigihan dalam dakwah akan diuji
apakah tetap bersemangat ataukah kita malah jadi loyo,
ingin bermalas malasan, tidur berselimut hangat 
mari kita introspeksi bersama...

Tidak bisa dipungkiri memang keinginan dan perasaan ingin berdiam didalam rumah pasti ada
namun saya selalu ingat sebuah nasehat, hidup itu penuh pertentangan
ada baik ada buruk, ada benar ada salah, maka bagaimana kita bisa memaksa diri kita
memilih yang benar dan melakukannya dengan baik

Sedikit saya ingin bercerita tentang arti kesungguhan 
jadi kemarin sore sepulang dari kantor ada perdebatan dalam benak saya
apakah saya pulang ke rumah baru ngajar, ataukah langsung turun mampir COD lanjut ngajar ?
* Hari ini saya berniat membeli spring bed ukuran sedang, nyadi di online dapat murah,
   mau lihat barangnya. Semenjak sakit kemarin perlahan ingin merubah pola hidup, yang sukanya
   tidur diatas tikar atau karpet meningkat sedikit lah.. , kasihan raganya...hehe

Akhirnya bismillah saya memutuskan pulang dulu, 
mandi istirahat bentar langsung berangkat ngajar
subhanallah sampai tengah perjalan hujan deras 
benar benar deras sampai wajah ini sakit terkena tajamnya tetesan air hujan
jadi kemarin sore itu adalah jadwal saya mengajar tahsin di keluarganya Pak Kresna
setiap senin, rabu dan jumat malam ba'da maghrib
awalnya memang pengen mager dirumah,
tapi itu bisikan setan yang membuat malas, jadi harus dilawan.
karena saat itu kondisinya hujan deras,
saya berfikir ini saat yang tepat untuk memotivasi beliau dan keluarga
untuk mujahadah dalam belajar, disaat hujanpun tetap harus semangat beajar, semangat mengaji

Dan benar pemikiran saya, saat saya sampai rumah beliau
saya disambut bu Dinna dengan sangat senang, tak menduga saya akan datang
dan subhanallah, saat itu Pak Kresna juga masih di masjid
tetap sholat berjamaah meski hujan deras turun

Saat belajarpun suara derasnya hujan mengiri lafadz alif ba ta yang terucap
alhamdulillah Pak Kresn begitu mudah mengikuti setiap pelajaran yang saya sampaikan
makhroj yang tercipta senantiasa tepat pada posisinya
al kholq, al lisan, al jauf, as syafatain, begitu jelas terdengar
memulai semua dari nol, dari iqro
Bu Dinna pun setia menemani Pak Kresna,
meskipun saya tahu bu Dinna sudah bisa membaca Al Quran. Subhanallah, indah sekali ^^//

Setiap akhir pertemuan kami bertiga bercengkrama di meja makan
menyantap makan malam bersama sambil berbincang bincang
benar benar seperti keluarga sendiri, sesekali candapun tercipta
dari perbincanga kami saat itu saya jadi semakin mengenal Pak Kresna dan Bu Dinna
Pak Kresna adlah seorang pegawai restoran kapal pesiar milik perusahaan Amerka
kalau Bu Dinna bekerja sebagai audit perhotelan yang cukup ternama
Subhanallah, benar benar tidak menduga ternyata beliau adalah keluarga yang hebat
sama sekali tidak nampak keangkuhan dan kesombongan atas apa yang sudah dicapai
begitu tawadhu' dan rendah hati dalam setiap perbicangan

Alhamdulillah...
setelah dulu Allah pertemukan saya dengan keluarga dokter
belajar bersama putra putri kecilnya dan saat ini berbuah Madin
beliau saat itu menjadi donatur utama,
maka saat ini Allah pertemukan kembali dengan keluarga yang juga hebat
hebat dalam ghiroh tholabul ilmi, sepasang suami istri yang punya karir padat
namun masih meluangkan waktu mengaji, tidak hanya d majlis tapi juga di rumah

Praktis, sedikit banyak waktu saya pun untuk istirahat dirumah semakin sedikit
sebuah kenikmatan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya
adalah panggilan jihad, bi amwal wa anfus...
mulai senin hingga ahad, hanya hari sabtu yang masih luang
tidak ada kegiatan mengajar dan mengaji
semoga satu hari ini bisa mengobati rasa kecewa anak anak tetangga
yang ingin sekali belajar bareng, beberapa kali mereka "kecelek" karena saya pas tdak ada dirumah
waktu itu sedang jadwal ngajar di tempat lain
saya sudah janji ke anak anak akan membelikan papan tulis yang besar, mereka senang sekali
bener bener semangat, apalagi dua sahabat kecil Evan dan Ila
mereka adalah teman pertama saya semenjak saya pindah ke Perumahan Huntap
jadi sudah seperti adik kakak, kalau yang lain akrab saat belajar bareng, bermain dan di masjid

Begitulah kenikmatan dalam berdakwah
One Stop Dakwah, sebuah istilah dimana disatu waktu,
satu hari semua aktivitas yang tercipta adalah dakwah
mulai bangun tidur hingga tidur lagi yang difikirkan adalah umat
ada tantangan tersendiri dan senantiasa bersemangat fastabiqul khoirot
menjadikan setiap waktu itu "ziyaadatun fii khoir" senantiasa bertambah kebaikan

Cukuplah Allah penolong setiap langkah ini
Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'man nashir.

Pakem, 30 November 2017 - AM

Monday, November 27, 2017

Diary #101 - Keluarga Biasa


Bismillah...
Sejujurnya, ada yang ingin saya bagi kepada teman teman tentang sebuah hikmah perjuangan
hikmah yang dapat mempersatukan dua insan dan tumbuh menjadi keluarga 
ia tumbuh menjadi keluarga biasa, biasa mengaji, biasa mengisi, biasa fiisabilillah dll
jadi bukan harta, kedudukan dan segala sesuatu isinya membuatnya nampak indah dan bahagia
namun keringat perjuangan dakwahlah yang selalu ditanamkannya

Ada sebuah cerita yang membuat saya geli dan bersyukur
bersyukur memiliki orang tua yang begitu mantap memotivasi putra putrinya
mantap karena selama ini beliau kerjakan adalah amalan jama'i, segala sesuatu yang terpimpin
maka ketika saya ceritakan tentangmu yang mungkin sudah menerima ta'aruf tertulisku
dan berlanjut kamu dan bapakmu akan sowan Al Ustadz
satu kesan Ibu, Alhamdulillah... dengan raut muka tersenyum
lalu saya bertanya "enten nopo e Buk kok senyam senyum... kulo mawon khawatir"
Ibuk menjawab "khawatir opo lho Am... justru itu tanda keluarga yang baik, taat sama pimpinan, menyampaikan rencana hajat besar keluarga kepada pimpinan, mohon doa, restu dan bimbingan dari beliau Al Ustadz" "maksud kulo khawatir kinten kinten Al Ustadz kemutan mboten nggih Bu, kaleh kulo njenengan, kan sudah lama dulu sowan Ustadz", balas saya. 

"Oalah.... insyaallah masih ingat, beliau kalau sama ibuk apalbanget, apalagi kalau bilang adiknya Tono insinyur MTA, lawong dulu Ibu dari dulu sampai sekarang minta restunya ke beliau. Dulu itu Ibu mau nikah yang menjodohkan Almarhum Ustadz Abdullah Thufail, disuruh menetap di asrama putri dan membina disana karena waktu itu bapak tugas mengajar di daerah jauh. Sampai akhirnya berniat membeli tanah di semanggi juga minta saran beliau dan oleh beliau di pinjami uang, sampai beliau wafat hutang belum selesai terbayar dan selanjutnya di bayarkan ke Ustadz Sukino. Segala sesuatunya yang besar selalu di sampaikan ke beliau, saat mau menyekolahkan kamu dan adik adikmu, saat kamu mau lomba ke luar negeri dulu itu atau saat ibuk harus menyelesaikan persamalahan kelompok ibu ibu yang terkadang begitu rumit dan butuh solusi dari beliau"

"Oh... berarti dulu itu yang menjodohkan juga Al Ustadz ?", tanya saya

"Iya... jelas... dulu kan keluarga belum saling kenal, jadi ya ibuk hanya setor foto, bapak waktu itu juga setor foto, dan sama beliau dijodohkan. Ndak pernah berfikir yang macam macam, bismillah sami'na wa atho'na. Alhamdulillah sekarang Ustadz sama Bapakmu sudah kenal dekat, semenjak Al Ustadz kedatangan tamu dari Kepala Kemenag Prov Jawa Tengah, beliau mengenal MTA dan berniat bersilaturahmi ke Mabes MTA lewat jalan Bapakmu"

"Masyallah.. nggih to Bu ?", tanya saya penuh penasaran

"he'em... jadi dulu Bapakmu itu ternyata juga pembina asrama santri masjid di dekat keraton. Masjid nya kalau kamu tau ada di dekat pintu masuk kraton kasunanan sebelah utara. Nah Bapakmu pernah mondok disana. Salah satu santrinya yang dulu Bapak bina itu sekarang sudah menjadi pejabat besar, ya tadi itu jadi Kepala Kemenag, ketemunya saat di Embarkasi Haji. Bener bener pertemuan yang mengharukan katanya, langsung pelukan luar biasa karena sudah puluhan tahun ndak bertemu. Beliau punya nadil besar juga di MTA karena sekelas Kepala Kemenag Prov itu punya link langsung ke Presiden. Jadi begitulah hikmah perjuangan, ikhtiar yang tulus sami'na waatho'na akan senantiasa menguatkan dakwah. Saat Ustadz dapat telephon akan mendapat kunjungan dari Kemenag, Ustadz pirso atau bertanya, siapa yang menghubungan Kemenag dengan MTA, lalu munculah nama Slamet Raharjo dan saat itu Ustadz dhawuhi (memerintah) Pak manshur untuk mencari Bapak dan diundang ke Mabes, menemani Al Ustadz saat mendapatkan tamu dari kemenag tersebut. InsyaAllah bsk akan ada saatnya beliau mengisi Ahad Pagi, rencananya akan membahas masalah Haji. Jadi udaaah... Bismillah ndak perlu khawatir, Ustadz itu sudah kenal Bapak dan Ibu. Insyaallah semua keputusan dari beliau adalah yang terbaik, kamu harus siap menerimanya".

Dengan hati yang tenang dan taslim saya menjawab "Alhamdulillah, nggih Bu" Dalam hati ini berkata , ingin rasanya segera menikah karena saya tahu perjuangan dakwah itu tidak mudah, sedih rasanya kalau pas sendirian, dan ingin rasanya banyak berbuat, berkarya dan berjuang untuk umat. Membina generasi muda, apalagi di majlis yang setiap tahun banyak mahasiswanya, banyak kegiatan yang belum berjalan, padahal bagus untuk pembinaan. belum lagi adek adek santri TPA yang butuh pendampingan dan materi setiap minggunya, ditambah dakwah di masyarakat, sedikit banyak butuh pendekatan dan perhatian meskipun tidak bisa dipungkiri pasti ada perbedaan. Dan disitulah letak kebaikan yang harus diperjuangkan bersama.

Semoga penantian ini berujung nikmat, nikmat yang ketika disambut dengan syukur maka semakin bertambah kenikmatan itu. kenikmatan berjuang di jalan Allah. Kenikmatan menjalin hubungan saling mencintai karena Allah, membina keluarga yang biasa, biasa mengenal Allah, biasa mendekat kepada Allah, biasa mempelajari dan mengamalkan islam dalam kehidupan. Menumbuhkan kebaikan dan terus memupuknya untuk menghasilkan kebaikan kebaikan yang lainnya. Insyallah...

Bersamamu, 
kutitipkan salam perjuangan di Tanah Mataram, Yogyakarta 

Cangkringan, 28 November 2017 - AM

Friday, November 24, 2017

Diary #100 - Fastabiqul Khoirot

Sebuah pengamalan dalam fastabiqul khoirot adalah di Al Khusna
Alhamdulillah tahun ini Jogja berkesempatan ikut di Al Khusna Pusat
Semenjak dibentuknya FORKOM TPA MTA, sebagian besar cabang antusias mengadakan TPA
Baik yang sudah ada, atau yang baru merintis semua bersemangat menyambutnya
Sudah hampir satu tahun Forkom ini terbentuk dan alhamdulillah banyak kegiatan yang terlaksana
Mulai dari Pertemuan Ustadz Ustadzah, pelatihan hingga Festival Anak Sholeh MTA
Masih banyak kegiatan lainnya yang belum terlaksana
Menunggu waktu yang tepat untuk di realisasikan bersama
Harapan para pengurus TPA ini menjadi embrio terbentuknya Madrasah di Jogja
Bismillah, apapun itu bentuknya yang terpenting kita mulai dulu dari yang kita bisa semaksimalnya

Nah...
Dalam rangka menyambut Al Khusna MTA Pusat yang akan dilaksanakan 26 Desember mendatang
di TPA MTA Jogja alhamdulillah sudah menyiapkan serangkaian kegiatan
dan sampailah kami di tahap terakhir yaitu Seleksi Final Al Khusna
dalam seleksi ini kami mengundang 3 terbaik dari hasil penyisihan Al Khusna bulan lalu
dan Insyaallah akan pilih satu peserta yang akan mewakili DIY di Pusat
semua telah bersiap bersama para ustadz ustadzahnya
dan tak terasa besok adalah hari pelaksanaannya :D

Oh iya yang menarik besok itu akan ada tambahan lomba Cerdas Cermat
insyallah ada 7 tim yang akan bersaing dan berlomba
untuk menentukan 2 tim yang akan maju ke Pusat

Bismillah...




Cangkringan, 25 November 2017 - AM


Thursday, November 23, 2017

Diary #99 - Yang Patah Tumbuh, Yang Sakit Sembuh (Semoga)

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat

Rebah dan berkarat

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana

Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Lirik Yang Patah Tumbuh - Banda Neira

Pagi mendung memeluk hangat sinar mentari
Burung burungpun berjejer seakan enggan terbang menari
Tetes embun yang juga masih malu menanti

Ada apakah gerangan diluar sana ?

Seakan mereka semua tahu apa yang sedang ku rasakan
Lemah tak berdaya diri ini tanpa kasih sayangMu
Kau uji hamba dengan rasa sakit ini membuat hamba tertunduk malu
Betapa dhoifnya hambaMu ini yang sering melupakanMu
Tanpa rahmatMu, hal yang indahpun tak terasa nikmat
Adalah ujian ini mengajarkan hamba arti berserah dan bersabar
Betapa berharganya nikmat sehat itu, bisa setiap saat menikmati indahnya semesta

Bismillah ku serahkan setiap rasa sakit ini untuk mengharap ridhoMu
Jika ini baik untuk hamba maka kuatkanlah hamba dan ampunilah dosa hamba
Bimbinglah hamba untuk tetap tumbuh bersama nikmat perjuangan ini
Meski harus terjatuh, patah, bahkan hancur lebur bertabur debu
Jika itu bermanfaat untuk diri hamba, orang yang hamba cinta dan untuk umat
Tetaplah yakinku bahwa yang patah akan tumbuh
Yang sakit akan sembuh atas ridho Mu

Majlis Depok, 24 November 2017 - AM

Wednesday, November 22, 2017

Hikmah #23 - Wanita

source : semestarasa.tumblr.com

Ada beberapa catatan hikmah dari Ustadz Salim A. Fillah 
tentang kemuliaan seorang wanita sholihah

Pertama

Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.

Kedua

Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga

Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.

Keempat

Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.

Kelima

Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

Keenam

Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.

Ketujuh

Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.

Kedelapan

Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki
    kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat.Bisa dilakukan dengan
    menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi
    itu lebih baik daripada digantung.

Kesembilan

Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu? Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.

Kesepuluh

Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
“Tanyakan pada hatimu: Mana di antara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga.”


Pakem, 23 November 2017 - AM

Diary #98 - Wisata Kuliner Kekinian Bandung

Sekarang sudah tanggal 23
dua hari lagi waktunya gajian, alhamdulillah :)
dan satu minggu lagi waktunya berlibur ke Bandung, bismillah ^^

Rasa rasanya sudah tidak sabar mengexplore Bandung
mulai dari wisata alam, sampai wisata kuliner
bicara tentang kuliner memang bisa dibilang Bandung juaranya
sejak tadi pagi browsing tentang kuliner jogja mulai yang legend hingga yang kekinian
nah sedikit sharing nih buat temen temen, beberapa kuliner kekinian di Bandung


Mango Bingsu Topping


Mega Milkshake


Twin Cup Smoothies


Twin Latte


Yellow Squad 


Kebayang deh rasanya gimana hehe...
yang terpenting janga lupa baca bismillah dulu ^,^ // 

Pakem, 23 November 2017 - AM

Tuesday, November 21, 2017

Semesta Bersenyawa


Kalau ini adalah lagu yang melow banget >,<
liriknya begitu halus dan lembut menyentuh
selalu ada yang menarik dari semesta
karena dia tumbuh dan bersenyawa
\ ^^ /

Di simpan dulu, besok buat backsound video kita :D

- oOo -

Cara Download Video / MP3 dari Youtube :

1. Download Youtube Downloader, insyaallah mudah
yaitu dengan klik : disini

2. Setelah download, dan terinstal, lalu salin URL video yang ada di menu bar atas"

3. Tahap terakhir, paste URL video yang telah di copy atau disalin,
selanjutnya pilih format keluaran : video atau MP3
kemudian klik DOWNLOAD

Alhamdulillah video telah terdownload
Semoga Bermanfaat

Sambilegi, 22 November 2017 - AM

Bukan Sekedar Kata


Sebuah lagu yang saya suka banget sama animasinya
juga lagunya yang sangatlah santai dan bagus liriknya
cukup mewakili apa yang saya rasakan :D

Do do do.....
sambil ikut siul siul santai hehe...
lucu, gemes, happy
\ ^^ /

Cara Download Video / MP3 dari Youtube :

1. Download Youtube Downloader, insyaallah mudah
yaitu dengan klik : disini

2. Setelah download, dan terinstal, lalu salin URL video yang ada di menu bar atas"

3. Tahap terakhir, paste URL video yang telah di copy atau disalin,
selanjutnya pilih format keluaran : video atau MP3
kemudian klik DOWNLOAD

Alhamdulillah video telah terdownload
Semoga Bermanfaat

Sambilegi, 22 November 2017 - AM

Ngaji #6 - Hak dan Kewajiban Suami Istri


Catatan Ngaji Ibuk 
Gelombang bersama Alm. Al Ustadz Abdullah Thufail 

A. Kewajiban Suami Terhadap Istri

     1. Mengarahkan istrinya ke jalan yang benar
     2. Memberikan nafkah lahir (pangan, papan dan sandang) dan nafkah batin
     3. Menjaga kehormatan istri dan menggaulinya dengan baik

B. Kewajiban Istri Terhadap Suami
   
    1. Taat dan patuh kepada suami atas dasar kebenaran
    2. Sebaik baik wanita apabila di pandang suaminya menyenangkan
    3. Apabila diperintah suaminya menurut
    4. Menjaga kehormatan dirinya dan hartanya ketika suaminya pergi
    5. Menegur suami apabila melakukan hal hal yang salah

Diantara tanda suami yang bodoh yaitu membawa persoalan luar,
ke dalam rumah tangganya pada hal tidak ada perlunya
dan tidak ada sangkut pautnya di keluarga

Wanita yang sudah menikah menjadi hak sepenuhnya oleh sang suami

Pakem, 21 November 2017 - AM


Monday, November 20, 2017

Channel Murotal Favorit


Alhamdulillah,
akhirny kesampaian juga sharing tentang seputar Murotal Qur'an,
jadi teman teman, buat antum yang menyukai mendengar murotal,
kira kira hal apa yang menarik yang menjadi kebiasaan teman teman ?
saya yakin setiap dari kita yang dekat dengan Al Qur'an,
memiliki cara tersendiri agar bagaimana diri ini betah berlama lama dengannya.

Nah saya ingin berbagi cerita dan pengalaman
tentang bagaimana menjalin kedekatan dengan Al Qur'an
jadi teman teman salah satu metode atau cara saya dekat dengan Al Quran
adalah dengan saya mendengat, menyimak dan membaca Al Quran itu sendiri
jadi apa yang kita dengarkan dan kita baca adalah sesuatu yang penuh dengan kesadaran
menariknya adalah kita menjadi hafal betul potongan potongan ayat Al Quran
bagaimana cara membaca dengan baik seperti yang di lantunkan oleh para Qori'

Lalu bagaimana cara memulainya dan melakukannya ?
ya, karena hp kita sudah keren keren, maka mari kita gunakan untuk hal yang bermanfaat
jadi cobalah teman teman menggunakan hp mendownload video murotal
bukan sembarang video, video ini spesial karena menyuguhkan murotal
dengan subtitle lafadz yang selalu berganti disetiap ayatnya
jadi kita bisa mendengar, menyimak dan ikut membacanya

Kita bisa mendapatkannya di sebuah channel : RadioCoran
teman teman bisa mengeksplore begitu banyak murotal dari berbagai Qori

Seperti biasanya teman teman bisa mendownloadnya
menggunakan aplikasi Ummy Video Downloader
yang bisa di download disini 

Semoga sedikit sharing ini bisa diambil manfaatnya,
dan semoga kita senantiasa di bimbing untuk selalu mencintai Al Qur'an
dan selalu berinteraksi dengannya dimanapun kita berada.
Aamiin.

Cangkringan, 20 November 2017

Syaikh Ahmed Al Nufays


Sore itu adalah sore yang begitu dingin, dan gelap,
gelapnya suasana gerangan mendung menyelimutinya,
tak lama turunlah hujan yang turunnya tak terkira derasnya,
subhanallah, cukuplah ayat ayat Allah menghiasi hati ini,
bersama derasnya kerinduan pada Mu, dan hamba2Mu yang Engkau cintai.

Qodarullah, saat membuka layar tertulis sebuah nama
dengan pandangan yang teduh tertunduk menyejukkan
dan subhanallah, suaranyapun mendamaikan hati riuh ramai

Untuk teman teman tafadhol jika ingin mendengarnya
sudah banyak di upload di youtube

Cara Download Video / MP3 dari Youtube :

1. Download Youtube Downloader, insyaallah mudah
yaitu dengan klik : disini

2. Setelah download, dan terinstal, lalu salin URL video yang ada di menu bar atas"

3. Tahap terakhir, paste URL video yang telah di copy atau disalin,
selanjutnya pilih format keluaran : video atau MP3
kemudian klik DOWNLOAD

Alhamdulillah video telah terdownload
Semoga Bermanfaat

Cangkringan, 9/10/2017 - AM

Sunday, November 19, 2017

Diary #97 - Traveling to Bandung


Bandung

InsyaAllah besok Kamis malam hingga Ahad
saya dan teman teman saya sekantor (bertiga) akan berlibur ke Bandung
awalnya sebenarnya gak begitu exciting namun setelah dibujuk teman
dua orang teman saya putri semua butuh satu teman cowok 
diantara mereka berdua juga ada yang sudah berkeluarga malam
bener bener karena keinginan hangout setelah penat dan padatnya pekerjaan
akhirnya setelah berembug beberapa kali akhirnya aku menyanggupi
kapan lagi bisa liburan bener bener berlibur
sebelum besok masuk pertengahan Desember bakalan mulai padat padatnya job
dari tugas tanam, pengamatan, hingga business trip dari Jawa Tengah hingga Padang
akhirnya kami bertiga madep mantep berlibur bersama
dan tujuan kami adalah Bandung hehe :D
mengeksplore Bandung mulai dari wisata kota, kuliner, alam hingga shoping ^^" //
sekalian idep idep mencari referensi berlibur kelak kalau sudah ada yang mendampingi hehe...

Untuk awalan saya share itinerary kami traveling di Bandung
Super padat dan bisa kebayang bakalan seru banget :D

Bagi yang penasaran bisa searching sendiri mana saja wisata nya itu
insyaallah besok saya akan sharing di diary saya hasil traveling kami di Bandung :)

Diantara tempat tempat yang akan kami kunjungi adalah 
1. Masjid Agung Bandung
2. Alun Alun Kota Bandung (alun alun baru bandung)
3. Rumah Makan Legendaris Bu Imas (rumah makan ayam sambal spesial)
4. Taman Balai Kota Bandung (taman kota)
5. Farm House (rumah susu sapi dan miniatur dunia)
6. Boscha (pusat penelitian astronomi)
7. Floating Market (pasar kuliner diatas kapal ala jepang)
8. Taman Begonia (taman bunga)
9. Grafika Cikole (wisata alam pegunungan lepas)
10. Lodge Maribaya (wisata alam pegunungan lepas)
11. Hot Spring Maribaya (berendam air panas)
12. Saung Angklung Udjo (lihat performance)
13. Pasar Baru Trade Center (shoping pinggir jalan)
14. Sky Walk Cihampelas (shoping jalan layang)
15. Paris Van Java (mall)

Untuk estimasi perjalanan, transport, htm dan penginapan bisa dilihat di bawah ini : ^^//


Bandung, I am coming hehe.... :D
Pakem, 20 November 2017 - AM



Diary #96 - Managemen Uang





Foto foto diatas adalah catatan keuangan Ibuk sewaktu dulu masih tinggal di asrama,
waktu itu Ibuk di asrama bukan sebagai siswa SMA tapi sebagai pembina,
saat itu Ibuk sudah lulus SPG dan menjalagi kursus menjahit,
sampai menikahpun Ibuk masih tinggal di asrama,
hanya seminggu sekali dijemput Bapak, 
yang saat itu mendapat tugas mengajar jauh di Magelang.

Dari foto diatas sekilas tergambar betapa telatennya Ibuk merencanakan dan menggunakan uang
dalam istilah jawa itu gemati mengurusi keuangan pribadi
ndak seperti saya yang lebih cenderung luweh
tapi ya gak banget banget juga sih hehe...
luwehnya untuk urusan yang penting atau hal kebutuhan

Namun begitu tetap saja selalu tidak tercatat dengan baik,
jadi ndak pernah tahu uang saya masih berapa, rencana untuk apa saja,
yang saya tahu di dompet atau di atm ada dan setiap butuh selalu ada,
selama ini hanya mencoba mengambil 80% gaji untuk saya pindah ke UB MTA,
sisanya saya simpan di ATM dan dompet.

Beberapa kali mencoba membuat rencana belanja dan laporan keuangan,
tapi ujung ujungnya ndak bisa rutin karena sudah padat kegiatan nananinu,
berharap kelak ada yang bisa membantu mengatur keuangan,
konon katanya perempuan itu lebih prigel atau gemati mengurus uang,
biar ndak cuma hemat saja tapi juga bisa menabung,
Alhamdulillah sampai sekarang masih istiqomah menabung
tapi tidak tahu besok kalau sudah berkeluarga,
tentunya kebutuhan semakin banyak, kira kira masih bisa menabung tidak ya ?,
ingin rasanya ikut arisan haji, mengusahakan menyempurnakan rukun islam,
untuk saat ini fokusnya menyiapkan menyempurnakan agama dulu ^^ //

Bismillah...
Mulai bulan besok mau dicoba lagi 
semoga bisa istiqomah ^^ //

Pakem, 20 November 2017


Materi Latihan Murotal Irama Qur'an (MuriQ)


Materi ini adalah rangkuman yang saya buat khusus untuk latihan.
memang menggunakan materi ini harus dipandu atau melalui pendampingan.
Dulu saya belajar materi ini saat masih SMA, 
belajar bersama salah satu murid Alm. Ustadz M. Dzrikon.
Buat teman teman yang ingin latihan sendiri,
bisa download di bawah ini : 

Materi MuriQ : klik disini

Audio MuriQ : klik disini



Cangkringan, 19 November 2017 - AM

Diary #95 - Malu


Malu... 
Sejujurnya, menit demi menit selalu ku nantikan kabar darimu,
entah bagaimana rasanya, yang muncul adalah itu,
berharap kita semua selalu dalam kebaikan,
baik dikala diberi kenikmatan ataupun ujian oleh Allah.

Namun, di tengah tengah rasa ingin tahuku itu,
ada sepotong rasa malu yang selalu mengiringinya,
setiap perasaan, sikap, tulisan selalu aku malu mengungkapnya,
bahkan bingung bagaimana aku harus menyampaikannya,
apalagi dulu, dulu saat aku belum banyak mengenal apa itu merah jambu,
boro boro suka sama perempuan, lihat ada muslimah aja malunya bukan main,
dulu mungkin pernah aku ceritakan,
mulai dari sekolah, asrama, toko, jalan bahkan dirumah sekalipun,
selalu ada cerita lucu yang tak mungkin aku ceritakan semua disini,
dulu mungkin tegang bagiku, tapi sekarang adalah sebuah lelucon yang.. ya Allah,
(sambil tepok jidad masyallah....)

Itu malu saat aku belum mengenal apa itu merah jambu,
lain lagi maluku saat sudah mulai tau dikit dikit tentang rasa kagum dan suka pada seseorang,
jujur, tidak bisa dipungkiri dari sekian lama belajar di kampus, pondok, masjid, dll,
sedikit banyak aku mengenal ikhwan dan akhwat,
banyak yang aku kagumi dari teman teman ku,
kalau dulu di pondok aku diajarkan untuk mencintai sesama ikhwan,
ikhwanifillah, sampai sampai saking dekatnya kami setiap berjumpa selalu kami berpelukan,
kalau lama tidak bertemu kita biasa salam tempel, begitu hangat persaudaraan kami,
nah beda lagi kalau di asrama, kehangatan yang kami ciptakan adalah berawal dari ngaji,
kegiatan ngaji yang kami lakukan tidak hanya sebatas membaca berlembar lembar ayat Qur'an,
namun lebih dari pada menjiwai dari makna ta'aruf, tafahum dan takaful.

Nah sekarang rasa kagum ku mulai menggetarkan hati saat bertemu atau mengenali seorang muslimah kehadirannya bukan menggoda namun menjaga. Menjaga setiap tutur katanya, sikapnya, pemikirannya, aktivitasnya dll. Tak bisa dipungkiri setiap event, bahkan mungkin disetiap tempat mungkin pernah bertemu dengan mereka yang subhanallah bisa menjaga diri. dhohirnya....
Meskipun demikian hati ini selalu berkhusnudzon dan termotivasi untuk mencontoh yang baik baik, yang datangnya dari mereka, dengan mereka aku tersadar bahwa apa yang ada pada diri ku saat ini masih perlu untuk diperbaiki, selalu bermuhasabah untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Dan sampai pada akhirnya, dari sekian banyak akhwat yang aku kenal dan aku kagumi hanya ada satu nama yang membuat hati ini terus bertanya tanya... siapa sebenarnya dia ? subhanallah...
ya.. kamu, eh.. dia ^^"  dia yang lain dari pada akhwat lain, satu hal yang tak aku jumpai sebelumnya di antara banyak akhwat yang aku kenal. Ya... kemajlisan, kedekatannya dengan majlis, aktif membina kegiatan di majlis. Majlis tempat besarnya orang tua kita, dan tentunya dirimu dan aku juga.

Saat itu aku juga merasakan hal yang sama, ingin rasanya menghapus semua perasaan itu dan fokus pada tugas akhir, namun nama itu selalu terngiang ngiang di setiap malam. Ingin rasanya mengungkapkan perasaan itu. Dan akhirnya aku beranikan menyampaikannya pada Ibuk. Saat itu Ibuk belum tahu siapa kamu sebenarnya, hanya tahu namamu. Dan respon ibuk biasa saja, bahkan aku disuruh bersabar kalau mau melangkah lebih jauh nunggu besok umur 28 tahun keatas >,< !!

Mendengar jawaban dan nasehat ibuk, hati ini diam mencoba sekuat tenaga menerima dengan penuh kesabaran menahan segala rasa ingin tahu dan ingin ingin lainnya...

Namun, entahlah...
namanya juga hal pertama dirasakan, selalu berkesan dan salah tingkah berfikir ini dan itu, sampai ada akhirnya, aku berfikir dari pada dibatin maka aku mencoba memberanikan diri membuka interaksi dengan me like postingamu, ya beberapa postingan mu yang sepikiran dengan ku, terkadang aku mencoba membuka diskusi dengan menulis beberapa pendapatku di kolom komentar saat aku membuka diskusi dengan  menulis ini dan itu,tentang suatu hal sebenarnya aku ingin tahu sudut pandangmu sambil sedikit demi sedikit mengenalmu. Tak jarang aku juga menghapus likeku dan komentarku ketika kau berfikir sepertinya aku terlewat batas >,< (astaghfirullah) 

Begitulah diriku... 
masyaallah... maafkan kelakuanku yang begitu... ah -,-"
seakan akan dulu mata hati ini tertutup, yang muncul rasa ingin tahu yang begitu tinggi tentangmu.
Ketika satu demi satu tentangmu sudah ku tahu, akupun mencoba menjaga jarak
mencoba mengagumimu dari jauh dengan ku menulis di blog ku
menyalurkan setiap rasa yang muncul dengan menuliskannya di lembaran semu
ya saat itu kufikir hanya aku saja yang tahu, dan tak pernah berfikir ini dan itu
ya menulis apa aja dan apa adanya, mengalir begitu saja..
hingga sampai aku mengetahui bahwa kamu juga suka menulis di blog, masyaallah
semakin semangatlah aku menulis :D
berharap tulisan kita bertemu di atas sana....
dan nampaknya sekarang hal itu terjadi juga, kok bisa ya... ^^//

Sejujurnya aku benar benar malu sekarang
malu tapi tangan dan fikiranku selalu terbayang dan ingin mengungkapkan rasa ini
tak ingin semua ini dipendam lama lama...
aku berfikir tak apa rasa ini aku ungkapkan disini, toh yang tahu juga tidak banyak,
dan aku pun tak ingin banyak orang mengetahuinya sekarang,
mungkin kamu yang pertama kali membaca ataupun sebaliknya aku selalu menunggu tulisanmu,
aku menyadari bahwa tulisan tulisan yang kita buat sebisa mungkin adalah tulisan yang membangun,
rasa yang kita ungkapkan adalah rasa untuk saling menjaga, saling mengingatkan untuk selalu taat,
bukan perasaan yang membuat kita lemah, futur bahkan terpedaya oleh bisikan syaitan,
naudzubillah...

Sekali lagi ku minta maaf apabila dulu sikapku terkesan aneh dan tidak wajar,
khilaf dan salahku cukuplah menjadi bahan pelajaran dan cerita dimasa lalu,
bahwa awal mula memiliki rasa itu betapa sulit ku menjaganya, astaghfirullah...
setidaknya keberanianku itu membuka jalan menjadikan ku mengenalmu dan juga sebaliknya,
menjadi pelajaran untuk lebih siap melangkah kedepan dengan sepenuh penjagaan,
menjadikan ku ingat masa lalu yang membuatku tunduk sepenuh malu.

Apapun itu...
benar seperti yang kamu tuliskan
sungguh Allah adalah pemilik skenario hidup kita
tugas kita adalah mengusahakan, selebihnya Allah yang akan menentukan.

Cangkringan, 19 November 2017

Saturday, November 18, 2017

Diary #94 - Ketika Cinta Bertasbih


Cerita nostalgia akhir pekan ^^//
Jujur habis baper melihat kembali film ketika cinta bertasbih...

Sebuah instrumen senandung yang syarat akan pesan hikmah
Dulu ketika film ini release sejujurnya hati ini belum ada yang mengisi,
kecuali kecintaan kepada Allah, Rosul, Bapak Ibuk dan orang orang terdekat. 
Namun, sungguh ketika mendengarnya begitu terasa sekali indahnya mencintai karena Allah
mencurahkan segala harap, doa, cinta dan asa hanya kepadaNya,
bertemu dan berpisah hanya mengharap ridhoNya.

Tak bosan senandung ini ku dengarkan dikala hati ini sepi,
sejenak mengisi waktu yang sering kali butuh hiburan sambil menanti senja,
sampai tiba masanya hati ini bergetar, seakan mendapat kabar dari mata tentang hadirnya si dia,
dia yang hadir dengan untaian aksaranya yang tertulis apa adanya dan penuh makna,
lalu sebenarnya siapakah dia ? ah... sudahlah...

Pagi menuju siang, datang senja menyambut malam,
tak bisa dipungkiri nama itu selalu muncul disetiap malam malam ku,
entahlah... aku juga tak tahu dari mana datangnya rasa ini, rasa ingin mencari tahu 
siapakah sebenarnya dirimu, aku bahkan tak mengenalimu, apalagi pernah bertemu denganmu
sama anehnya seperti dalam film ini, Abdullah seakan mengagumi Ana Althofunnisa
ia mencoba datang kepada Kyainya, ingin mengenalnya lebih jauh siapa dirinya
namun ketika ditanya, sama sekali ia belum pernah bertemu, belum pernah melihat fotonya 
hanya mengandalkan firasat dan kata hatinya saja
sama halnya dengan diriku saat itu, keyakinanku padamu berawal dari lubuk hati terdalam
dan subhanallah, seiring waktu berjalan, lembaran lembaran rahasiamu pun seakan terbuka
entah dari mana datanya, seakan kamu sendiri yang menyambutnya

Memang terlihat polos, aneh, dan ndak umum...
namun begitulah aku, berjalan apa adanya. Biarlah...
yang terpenting, itu semua adalah hal jujur yang datang dari hatiku
dan bukan niatanku untuk segera melakukan ini dan itu
semua berjalan dengan sendiri, seakan Allah menunjukkan jalan terang menujumu
membimbingku menemukan teman hidup yang sekufu
dia yang tumbuh besar di keluarga dan lingkungan yang mencintai jalan dakwah
besar dari majlis, dan sekarang aktif menghidupkan majlis
tidak jauh berbeda dengan keluargaku yang besar juga dari majlis
seperti dulunya orang tua kita adalah teman seperjuangan bahkan hingga sekarang
subhanallah wal hamdulillah...

Namun tetaplah semua kembali kepada orang tua kita
wali kita masing masing yang memutuskan siap tidaknya kita melangkah lebih jauh
ingin memang hati ini mengenalmu lebih jauh dengan ta'aruf
namun nampaknya orang tuamu begitu menyayangimu, menjagamu dengan sepenuh hati
sehingga niatan itupun diterima halus dengan syarat bahwa kamu harus lulus terlebih dahulu
wallahu'alam, aku yakin ada maksud dibalik itu semua
dengan kelonggaran hati niatan itupun tetap ku jaga 
hingga tiba waktunya ku kembali menyampaikannya

kapan ?
sampai kau mengabarinya...
ya kabar dari semesta aksara yang selalu ku nanti datangnya

Cangkringan, 18 November 2017 - AM

Thursday, November 16, 2017

Diary #93 - Perjuangan


Perjuangan, sebuah kosa kata yang selalu menghiasi setiap tokoh perubahan. Siapapu itu, karen tak bisa dipungkiri tanpa perjuangan maka tidak akan ada kemajuan. Pada kesempatan kali ini yang rencananya saya akan membuat panduan materi belajar lomba cerdas cermat Al Khusna, saya tunda sebentar untuk menulis diary kali ini. Dan selalu apabila menceritakan sebuah hikmah maka saya lebih suka apabila berbagi hikmah dengan sharing pengalaman yang pernah saya alami.

Pengalaman jatuh bangun saat berjuang belajar di kampus adalah moment indah dalam perjuangan. Mulai dari perihal sepeda onthel yang saya pakai sejak dari solo menuju jogja di awal petama pindahan ke jogja hingga dua tahun lamanya pulang pergi majlis ke kampus dengan sepeda onthel, berangkat lebih awal, bergegas berangkat berharap cukup waktu untuk mandi lagi di kampus karena keringat yang banyak saat bersepeda >,<

Perjuangan baru dimulai, begitu banyak lika likunya belajar di dunia kampus, disaat menyadari bahwa genetika bukanlah hal yang mudah, begitu sulit saya mempelajarinya maka satu hal yang selalu membuat optimis dapat membanggakan orang tua adalah dengan saya aktif mengikuti perlombaan baik di tingkat regional, nasional dan Alhamdulillah hingga internasional. Saat itu saya menyadari bahwa kemampuan kognitif rata rata, bagus banget tidak, jelek banget ya tidak, maka saat menentukan project tugas akhir atau skripsi saya pun berusaha memilih topik sesuai kemampuan saya, tidak mengangkat diluar kemampuan.

Karena dosen melihat potensi saya di lapangan, pekerja keras dan tekun maka waktu itu saya diberikan salah untuk membuat penelitian tentang persilangan bunga kakao. Dan tak tanggung tanggung ojek penelitiannya ada 7 klon, masing masingnya di selfing dan crossing full diallel jadi juga menggunakan back cross, jadi total ada 47 persilangan, unit percobaannya ada 10 dengan ulangan sebanyak 3 kali. Jadi total adalah 1620 penyerbukan / / polinasi / hand pollination.

Pertama mendapat tantangan tersebut, saya menarik nafas panjang...

Secara analisa dan teknis memang tidak serumit genetika molekular, namun topik ini butuh kesabaran, ketekunan, kegigihan diatas rata rata, karna perlu tenaga, waktu yang lebih berat. Dan benar, setelah saya menyanggupi dan memulai penelitiannya, selama kurang lebih 1 tahun saya mengerjakannya, mulai penelitian dari ba'da shubuh hingga sore, pagi jam 5 pagi sampai jam 9 pagi polinasi, setelah itu istirahat, lanjut ngrodong (menyiapkan) bunga untuk polinasi selanjutnya hingga siang, siang setelah makan siang hingga ashar melakukan pengamatan hasil persilangan, sorenya memasukkan data pengamatan. Yassalam... banyak sekali cerita selama berjuang menyelesaikan penelitian, dan ndak mungkin juga semua saya ceritakan disini, kelak akan saya ceritakan bersama dengan ceritamu yang saya yakin jauh lebih menarik hehe... Alhamdulillah, tak terbayang semua proses panjang itu bisa aku lalui, tentunya semua atas izin dan kuasa Allah yang senantiasa menguatkan saya. 

Pernah perjuangan saya di uji oleh Allah, ketika waktu sudah semakin sempit, namun banyak persilangan masih banyak yang belum jadi, benar benar saat itu saya pada titip terbawah semangat, hingga tak kuasa saya menangis betul betul mengharap kuasaNya, memohon kepada Allah untuk dikuatkan dalam menyelesaikan amanah ini. Saat itu saya harus memberikan perlakuan mmberi pupuk dan saat itu sendiri saya lakukan dengan sepeda onthel, mengambil air dari sungai dekat kebun. Awalnya saya lakukan dengan 2 buah drigen 20 liter saya bawa menggunakan sepeda, sampai akhirnya saa ambil dengan ember, dan berjalan kaki. Turun ke sungai, mengambil air dan dibawa keatas untuk menyiram pupuknya. Saat itu sudah seperti mandi keringat. Allahu akbar... benar benar perjuangan yang tak akan pernah saya lupakan. Benar benar maksimal sampai titik akhir perjuangan. Kalau bahasa Ustadz Triyono namanya mastho'tum itu ya ibarat sampai "ngeden" 

Tidak hanya berhenti disitu, cerita lika liku perjuangan berlanjut saat mengurus skripsi di kampus, penulisannya, revisinya, ujiannya hingga yudisium dan wisuda. Allahhu akbar, semua kisah panjang itu juga berakhir dengan air mata bahagia, Allah menjawab semua doa doa saya, menguatkan saya menjalani proses yang panjang dan berat tersebut. Selasar akademik, perpustakaan, sekretariat jurusan, mushola atau masjid adalah tempat tempat bersejarah yang tidak pernah saya lewatkan setiap harinya. Saat menulis maka perpustakaan adalah favorit saya, disana saya betah berjam jam mencari literatur dll, setelah itu konsultasi dengan satu hal yang membuat saya mulai terbiasa dengan hal itu, ya apa lagi kalau bukan "menunggu" hehe... bener bener harus sabar... duduk di lorong kantor, sambil membuka majalah/laptop/hp sekedar mengisi waktu menunggu dengan hal yang bermanfaat. Selai itu juga sekretariat jurusan dimana saya selalu datang menanyakan hasil revisian. Selalu dan selalu saya kejar, tak peduli saya bolak balik kampus asrama berapa kali. Dan dari sekian banyak kepadatan dan kepenatan rutinitas tugas akhir Allah adalah muara semuanya, yang membuat hati, pikiran dan tindakan selalu adem dan tenang adalah dengan mendekat kepadaNya di mushola atau masjid. Seringnya sih di masjid fakultas sebelah, kalau di pertanian belum ada masjidnya baru ada mushola.

Entah sama atau tidak, waktu saat konsultasi ada ang sulit bagi saya untuk menyelesaikannya karena antara dua dosen pembimbing memiliki pendapat yang berbeda dan saat itu saya berusaha mengkomunikannya, mengambil jalan tengah dari keduany. Dan alhamdulillah, setelah beberapa kali pembahasan dan lobi, salah satu dosen sudah bisa menerima dan akhirnya keputusan itu membuat nafas segar skripsi saya untuk bisa segera diselesaikan. Hingga saat pendadaran saya selalu optmis, seperti saat mengikuti lomba diluar, selalu optimis, siapun lawannya bismillah, maju, Allah yang akan memampukan saya, cukuplah Allah penolong saya. Saya sudah berikhitiar dengan sebaik baiknya maka Allah adalah segala muara usaha. 

Subhanallah, sebenarnya yang saya rasakan kurang begitu yakin mengingat saat pendadaran saya mendapat beberapa masukan pedas dari salah satu dosen pembimbing, namun Allahu 'alam saat yudisium ketua jurusan mengumumkan bahwa nilai saya A, Allahu akbar... saat itu juga saya peluk teman di samping saya, sujud syukur tak terlewatkan dan air mata menetes bahagia. Alhamdulillah akhirnya perjuangan panjang saya belajar di kampus yang penuh dengan tantangan berujung indah. 

Semoga cerita ini bisa senantiasa memotivasi saya untuk tetap bersungguh sungguh dalam berjuang, haqqa jihaadih, memaksimalkan usaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tentunya hasil maksimal yang menurut Allah baik untuk kita, maka pentingnya keyakinan kita dalam mengimani ayat Allah, dalam Qs Al Baqarah ayat 216 yang mafhumnya bisa jadi apa yang kita sukai itu menurut Allah baik untuk kita, sebaliknya bisa jadi apa yang menurut kita itu baik dan kita sukai tapi menurut Allah buruk untuk kita. Jadi tugas kita adalah menyempurnakan ikhtiar, dan selanjutnya bertawakal kepada Allah. Apabila yang kita usahakan hasilnya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan maka tetap khusnudon billah. Persis seperti yang yang kamu sampaikan dalam tulisanmu. 

Alhamdulilah Allah anugrahkan nikmat ilmu, kefahaman dalam beragama, yang insyaallah dalam kondisi apapun kita akan senantiasa dekat kepada Allah, apabila Allah uji kita maka kita pun bisa bersabar dan apabila Allah memberik kita kenikmatan, kita pun tak lupa untuk bersyukur. Insyaallah, pada saaatnya nanti kita akan sampai ke jenjang yang lebih mulia yaitu menikah. Sebuah niatan yang saya sampaikan ke orang tua juga saat setelah selesai kuliah. Saat kuliah saya ndak pernah membahas hal itu, kalau rasa kagum suka sama seseorang wajar, pernah saya curhatkan sama Ibuk, tai lain dengan menikah, menikah adalah sebuah niatan mulia beribadah kepada Allah yang tentunya perlu persiapan matang, bukan persoalan biasa yang sering kali dibuat bahan candaan. Maka agar persiapan menikah berjalan dengan baik, tidak perlu terburu buru, betul nasehat dari Bapak, terburu buru itu tidak baik, kerjakan semampunya dulu apa yang bisa dikerjakan sekarang. Kita selesaikan satu demi satu amanah kita masing masing, dan kelak apabila amanah pribadi kita sudah selesai, kita jalankan amanah bersama, merencanakan bersama, memulainya dan menjalaninya dengan perjuangan. Berusaha untuk istiqomah dalam dekapan ukhwah jamaah dan lika likunya jalan dakwah. 

Jadi... bismillah, mari bersabar untuk sementara waktu, dan tetap tersenyum :)

Semoga Allah memberikan hasil terbaik sesuai yang diharapkan. Barakalahu fiikum..
Bismillah, Keep Move Up !!! :D

Majlis Depok, 17 November 2017 - AM

Wednesday, November 15, 2017

Diary #92 - Harap


Membaca kabar darimu pagi ini, cukuplah membuat ku menarik nafas panjang kepasrahan, dan kembali ku menengadahkan tangan penuh erat dan harap. Memohon kepada Allah, jika memang apa yang hamba harapkan sekarang belum layak hamba mendapatkannya dan harus bersabar, maka lapangkanlah hati hamba untuk menerimanya dan bimbinglah hamba untuk dapat menjadi hamba kuat dalam bersabar. Sabar dengan segala ketaatan, mengisi masa menanti dengan istiqomah mengaji dan berkhidmat untuk umat.
Adapun sebuah nama yang selalu berbisik halus disetiap doa dan mimpi hamba tetaplah meyakinkanku tentang masa depan perjuangan kita, ya aku dan kamu. Karna apa yang kita sekarang usahakan adalah hal yang tidak jauh berbeda, jihad fiisabilillah dalam lingkup majlis, majlis tempat teristimewa yang telah menempa kita berdua, orang tua kita bahkan para pendahulu kita dulu. Sebuah medan dakwah yang penuh rasa dan cita. Rasa cinta hanya tertuju pada Allah dan RosulNya, juga cita cita mensyiarkan kemuliaan islam ke setiap penjuru dengan hikmah. Menjadikan hidup ini lebih hidup dengan menyibukkan kita pada kegiatan kegiatan fiisabilillah secara berjama’ah. Maka sulit ku melupakan sebuah nama yang telah membuatkan yakin dan optimis tentang panjangnya jalan perjuangan dakwah berliku. Terlebih kamu adalah pilihan ibuk dan bapakku yang sejak kecil aku tak pernah dikecewakan oleh keputusan beliau berdua, subhanallah... senantiasa ada hikmah indah disetiap ridhonya.
Ma’an Najah...
Ya mungkin aku saat ini tidak bisa banyak membantu, terkecuali doaku yang tak pernah lelah aku panjatkan kepada Allah disetiap waktu saat ku menghadapNya. Ya... selalu kusandingkan namamu, doaku bersama nama nama orang orang aku cintai. Selalu berharap bahwa kamu adalah salah satu pilihan Allah yang kelak juga aku cintai karenaNya. 
Tetaplah indah dengan sabar dan syukur, satu hal yang senantiasa membuatku bernafas lega bahwa tidak ada kata putus asa diantara kita. Seberat apapun ujian dari Allah tentang arti berjuang menuntaskan amanah juga tentang arti sebuah penantia, cukuplah Allah Rabb kita yang Maha Tahu, tahu mana yang terbaik untuk kita menurut kehendakNya. 
Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan keluarga kita, tetap istiqomah dalam kebaikan dan tetap dalam bimbinganNya. 
Majlis Depok, 16 Nov 2017 - AM

Sunday, November 12, 2017

Diary #91 - Bapak


Bismillah

Kabarnya kemarin 12 November hari ayah ya ? masyallah... ternyata ada juga ya hehe, saya kira cuma ada hari ibu saja. Terlepas dari itu bagi saya Ayah atau yang biasa saya panggil Bapak adalah sosok yang wajib untuk selalu kita kenang namanya, kita sambut kehadirannya, kita muliakan keberadaanya.

Bicara Bapak, ada sedikit cerita, jadi semalam wallahu alam hati saya tergerak melihat sebuh film yang sudah lama diputar di bioskop, judulnya 9 Summers 10 Autumns. Subhanallah... sepanjang film diputar, saya benar benar merinding, dan terpaku pada peran Bapak dan Bayek, sebuah hubungan keluarga yang cukup keras menurut saya, sedikit banyak yang dilakukan Bapak kepada Bayek rasa rasanya pernah saya alami juga meskipun tidak sekeras yang diterima Bayek.

Entahlah apakah semua Bapak di dunia seperti itu, tapi yang saya rasakan dari Bapak saya adalah sosok yang sedikit bicara, penuh dengan tanggung jawab, tegas, lebih banyak memberikan teladan tidak hanya perintah saja dan terakhir senyumnya mahal :)

Saya masih teringat betul, bahkan mungkin pernah saya ceritakan sebelumnya, setiap sholat shubuh dan maghrib Bapak selalu tidak pernah bolong membaca Al Qur'an sepulang dari Masjid, selalu. Ndak hanya membaca saja, tapi di murotalkan dengan suara yang keras. Saya juga begitu, sama Bapak kalau habis sholat shubuh dan maghrib ndak pulang pulang pasti sudah dicari. Biasanya Bapak nyuruh Iput buat njemput di masjid. Sesampainya di rumah disuruh ngaji, ndak berhenti disitu, kalau ngaji biasa kami sekeluarga duduk di ruang tengah jadi semua mendengat, Bapak yang lebih mengerti bacaan selalu meluruskan saya kalau bacaan saya salah. Selalu dipotong akalu salah, sampai sampai saya merasa, kok saya salah terus sampai sampai saya nangis ngambek. Jenkel kok salah salah terus.

Akhirnya setelah ada program tahsin di masjid, saya paksa untuk ikut, dan masyaallah, apa yang saya alami berubah 180 derajat. Alhamdulillah ternyata banyak hikmah setelah belajar Tahsin, ndak hanya bacaan saya jadi lebih bagus tapi saja juga bisa menjadi contoh kakak yang baik untuk adek adek saja. Jadi sampai skarang kalau saya di rumah selalu adek adek saya semak, terkadang saya selingi hafalan. Bahkan sampai saat bermain pun, sesimpel bermain tebak tebakan hewan atau tanaman atau kata benda yang ABCD pakai jari itu, nah siapa yang kalah maka hukumannya hafalan surat pendek.

Bapak, sosok bijaksana yang disetiap tindakannya menganduk banyak makna dan hikmah, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Mungkin tidak saat itu tapi kelak dimasa yang akan datang kita akan memahami betapa Bapak yang kita kenal mendidik kita penuh ketegasan, adalah wujud kasih sayangnya pada kita. Masa depan yang cerah tidak bisa kita raih dengan bersantai santai, perlu perjuangan dan perlu kesungguhan.

Selain urusan membaca Al Qur'an Bapak juga sering mengajak saya menamani mengisi pengajian diwaktu kecil, sampai saat ini kalau ada kesempatan pulang ikut nderekke Bapak ngisi di salah satu cabang. Bahkan saat hujanpun Bapak tidak goyah, tetap sigap berangkat, berusaha tidak terlambat. Subhanallah, adalah teladan yang benar benar menginspirasi saya bahwa dakwah itu bukan tergantung siapapun atau apapun, melainkan cukup karena Allah, dan untuk Allah. Alhamdulillah semua pengalaman dan pelajaran yang Bapak pesankan kepada saya lewat perkataan dan sikap menjadi bekal berharga saya untuk terus melangkah di jalan dakwah.

Ada satu hal yang masih Bapak sembunyikan, dan saya berharap hal tersebut benar benar membuat senyum Bapak merekah indah penuh bahagia. Bapak masih berikhtiar mencarikan mencarikan jodoh terbaik untuk saya. memang kalau pas sama saya tidak banyak berbicara saat dikusi dengan ibuk, tapi saat ibuk cerita, "Bapak itu kalau sepulang ngaji atau kelompok yang dibahas kamu" kata Ibuk, kata Ibuk Bapak selalu ditanya Aam bagaimana kabarnya, diberi ucapan selamat sudah mapan di jogja, dll. dan diakhir pembicaraan Bapak selalu ditanya sudah punya jodoh belum... tapi uniknya kalau urusan keyakinan, Bapak selalu klop sama Ibuk, jadi kalau Ibuk sudah bismillah, Bapak juga. Begitu juga sebaliknya. Maka pembicaraan jodoh yang dulu saya, Ibuk dan Bapak bicarakan masih sama tidak berubah, bahwa kamu, iya kamu... adalah pilihan orang tuaku. Ibuk dan Bapak berharap hadirnya kamu benar benar bisa menjadi pendamping hidup tidak hanya dirumah tapi juga di medan dakwah.

Semoga kita, orang tua kita, Bapak Ibu kita senantiasa diberikan kesehatan. Aamiin
Bapak, Uhibuka fillah... karenamu saya mengerti arti perjuangan

Cangkringan, 13 Nov 2017 - AM

Saturday, November 11, 2017

Diary #90 - Gallery Aam


Alhamdulillah, setelah ngutak atik beberapa kali, 
akhirnya web gallery foto yang sengaja saya buat sudah selesai juga.
Gallery saya buat untuk mengingatkan masa lalu saya,
rasanya setiap kali membuka lembaran masa lalu itu,
hati inginnya selalu bersyukur pada Allah atas segala curahan nikmatNya.

Namun tidak untuk kelak ketika sudah berkeluarga,
cukuplah kebahagiaan dan kisah pahit manisnya dirasa berdua,
tidak perlu diumbar di media maya. 

Satu mimpi yang selalu saya nantikan, 
membuat karya bersama, bisa jadi kita tetap aktif di dunia maya, 
tapi bukan untuk show up apa yang kita punya atau apa yang kita lakukan
melainkan berbagi inspirasi dan hikmah dari setiap perjalanan hidup kita.
Dengan begitu insyaallah menjadikan kita menjadi sebaik baik insan
yang bermanfaat bagi sesama. Aamiin

Semanggi, 12 Nov 2017 - AM

Friday, November 10, 2017

Diary #89 - Serba - serbi Bersama Ummi


Tulisan ini saya buat ,,sebagai pengingat kalau sampai skarang obrolan saya dengan ibuk saya selalu saja berujung curhatan, ndak hanya curhat tapi juga banyak candanya hehe... Sebenarnya saya menulis Ummi di judul itu hanya biar menarik saja judulnya, aslinya saya memanggil ibu saya dengan Ibuk :)

Hari ini, sabtu 11 November 2017 adalah kesempatan saya pulang ke rumah bertemu dengan bapak, ibuk dan adek adek. Alhamdulillah... sesampainya dirumah selalu saja disambut meriah sama adek adek. Biasanya berdua sih ada Faqih sama Nurul tapi karena Nurul sudah berangkat sekolah jadi hanya Faqih yang rame hehe... Tapi kata Ibuk, si Nurul sudah rewel tanya mas Aam sudah sampai belum, sudah berangkat belum sejak dari bangun tidur wkwk....

Hal pertama yang saya lakukan sesampainya di rumah adalah pergi ke dapur hehe... gak sabar makan dari masakan ibuk :D memang seenak apapun masakan di rumah makan masih kalah nikmat sama masakan ibuk di rumah

Setelah makan, ibuk memulai perbincangan dengan menanyakan kabar. "Am, piye kabare Han....ah?" saya pun terdiam sejenak sambil tersenyum, dalam hati saya berkata (yakin nih ibuk tanya seperti itu) saya pun menjawab "Alhamdulillah, klu yg kulo ngertosi sampun kelar Buk revisinya mohon doanya saja semoga Desember bener bener wisuda" (sambil tersenyum). 

Dari situ perbincangan melebar, ibuk cerita kalau akhir akhir ini Bapak sering dijawil (ditemui) temannya sesama warga mta, menanyakan saya. Mungkin beliau beliaunya tahu kalau Pak Slamet (Bapak saya) punya seorang putra yang sudah mandiri bekerja dan siap menikah. Lalu saya tanya Ibuk "Sinten mawon to Buk ?" "Hm... ndak perlu tahu ngko ndak bikin goyah atimu, ndak usah khawatir, Bapak sudah mantep jawab kok kalau kamu sudah punya calon sendiri." jawab Ibuk. Kalau kata Ibuk dari beberapa yang menghubungi Bapak rata rata warga khususi. Ada yang menghubungi saat pengajian ada yang saat kelompok. Salah satunya adalah Pak Ja'far >,< waktu itu Bapak sedang duduk berbincang dengan Pak Ja'far dan Pak Karman (Kepala Sekolah SDIT MTA Gemolong), dan Pak Ja'far bertanya, "Sanjange putrane njenengan sak niki pun kerjo ten Jogja to Pak ? piye... wes oleh jodoh durung ? aku enek calon iki" Bapak pun menjawab "Ya Pak Alhamdulillah sudah menetap di Jogja, kalau masalah calon sudah punya Pak, dari Gemolong sama putrinya Pak Ma....... " Spontan Pak Karman ikut masuk perbincangan dan berkata "Oh... itu ya Pak sae niku Pak, Alhamdulillah" Bapakpu tidak komentar apa apa dan tersenyum... "Terus pripun Buk", tanyaku penasaran ingin mengetahui kelanjutan ceritanya. Tapi Ibuk menjawab kalau bapak ndak cerita lagi kecuali itu saja. Dalam hatiku... yah Bapak memang dari dulu sedikit bicaranya heheh.... 

Dari sedikit perbincangan itu saya bilang ke Ibuk, "Buuuk, sampai saat ini meskipun saya masih harus bersabar menunggu, alhamdulillah keyakinan saya memilih dia masih utuh. Saya tidak mengharapkan yang muluk muluk, ini dan itu, cukup dia yang nampak kecintaannya ada islam dan dakwah dalam aktivitas kesehariannya, sikapnya menjaga diri, akhlaknya kepada kedua orang tua dan adek adeknya, dan tentunya visi hidupnya saat mulai membangun hubungan keluarga. 

Dari sedikit komentar saya tentang kabar dari bapak tersebut, Ibukpun berpesan, "Aaam... dengan aktivitasmu sekarang, kesibukanmu di majlis boleh saja kamu berharap mendapatkan pendamping yang bisa mendukung kegiatan dakwah, ikut mengisi dan membina kegiatan dakwah. Tapi yang harus kamu ingat besok kalau kamu sudah hidup berkeluarga dengan istri, kamu harus bisa menerima seutuhnya istrimu. Kalau ada kekurangan maka tugasmu untuk mengerti, apabila ada kesalahan maka tugas mu untuk meluruskan, apabila sedang futur atau lemah maka tugasmu untuk menguatkan. Kaau ada masalah kembali ke Allah dan Rosul, ingat kembali hasil ngajinya. Insyaallah kalau kamu sama istrimu selalu istiqomah maka setiap permasalahan akan selalu ada jalan keluarnya. Apabila manis tidak melenakan, apabila pahit tidak melemahkan. Pahit dan manisnya kehidupan senantiasa menjadikan ingat dan dekat kepada Allah dan Rosul", "nggih Buk, subhanallah..... semoga Allah menguatkan dan senantiasa memberi petunjuk, mohon doanya pokoknya :)" jawab saya

"Buk, kenapa kok kulo ndak mulai Ta'aruf dulu ya ?, kan saya ndak tahu nanti keluarga Han.....h kira kira menerima tidak ya kalau nanti dia saya ajak tinggal di Jogja" tanya saya. "Uwiiiiis... ora usah khawatir, Ibuk itu sudah faham betul mbak Sho....i, pastinya sudah tahu itu... kalau semisal ndak setuju pasti sudah disampaikan dulu dulu. Insyaallah baik baik saja Am tentang itu. Kalau dulu bapak ibukmu iki malah ndak pernah ada Ta'aruf, bener bener murni sami'na wa atho'na pesan Al Ustadz. Ibuk dulu pas di jodohkan sama bapakmu ndak pernah berfikir yang macam macam, cukup khusnudzon billah bapakmu aktif mengaji, jadi guru agama, ibu sudah ridho. paling cuma sedikit bayangke setelah lihat nama bapak ibuke bapakmu, bapaknya Harjo Suwito, ibuknya Ikem. Dari namanya ibuk bayangke kalau asalnya bapakmu dari desa pelosok ada listrik ndak ya, soalnya ibuk punya mesin jahit banyak yg pakai dinamo hehehe..." jawab ibu sambil tersenyum canda bersama 

Semanggi, 11 November 2017 - AM